TP PKK Sumsel Dorong Gerakan PKK Berdampak Nyata, Perkuat UMKM dan Percepatan Penurunan Stunting di OKU Timur

Berita Daerah58 Dilihat

DetikSR.Id, Sumsel, OKU Timur– Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Sumatera Selatan, Hj. Feby Herman Deru, menegaskan bahwa keberhasilan gerakan PKK tidak ditentukan oleh banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, melainkan sejauh mana program tersebut mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Penegasan itu disampaikan saat melakukan kunjungan kerja dalam rangka Pembinaan dan Evaluasi 10 Program Pokok PKK di Kabupaten OKU Timur yang dipusatkan di Sekretariat TP PKK Kabupaten OKU Timur, Martapura, Rabu (1/7/2026).

Kunjungan tersebut disambut Ketua TP PKK Kabupaten OKU Timur, dr. Sheila Noberta, Sp.A., M.Kes., bersama Bupati OKU Timur Ir. H. Lanosin, M.T., M.M. Kehadiran rombongan TP PKK Provinsi Sumsel turut disemarakkan dengan penampilan musik Tanjidor dari Desa Gunung Batu, Kecamatan Cempaka. Turut hadir jajaran perangkat daerah Provinsi Sumsel dan Kabupaten OKU Timur, Ketua GOW, para camat, kepala OPD, pengurus TP PKK, hingga kader PKK dari tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan.

Dalam arahannya, Feby mengingatkan seluruh kader PKK agar tidak terjebak pada kegiatan yang bersifat seremonial. Menurutnya, setiap program harus memiliki tujuan yang jelas dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat,

“Saya tidak mau yang hanya seremonial. Tetapi saya mau ada isi di dalam kegiatan tersebut,” tegasnya.

Feby mengatakan, setiap daerah memiliki karakteristik, tantangan, dan potensi yang berbeda sehingga program PKK harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah. Ia mendorong kader untuk terus berinovasi dengan mengembangkan potensi lokal, memperkuat pelaku UMKM, melestarikan budaya daerah, serta menjadikan keluarga sebagai pusat pembangunan.

Selain pemberdayaan ekonomi, Ketua TP PKK Sumsel juga menekankan pentingnya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Menurutnya, generasi muda perlu dibekali berbagai keterampilan, termasuk kemampuan berbahasa asing, tanpa mengabaikan bahasa daerah sebagai identitas budaya yang harus tetap dijaga.

Ia juga mengingatkan bahwa membangun keluarga yang tangguh merupakan tanggung jawab bersama antara ayah dan ibu dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Karena itu, peran keluarga dinilai sangat strategis dalam mendukung keberhasilan pembangunan daerah, termasuk upaya percepatan penurunan stunting.

Di hadapan seluruh kader, Feby berpesan agar semangat pengabdian selalu menjadi landasan utama dalam menjalankan organisasi.

“Kita harus melayani masyarakat, bukan kita yang minta dilayani,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten OKU Timur, dr. Sheila Noberta, menyampaikan bahwa pihaknya terus menghadirkan berbagai inovasi dalam pelaksanaan 10 Program Pokok PKK agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan berbagai program tidak terlepas dari kolaborasi bersama perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa, organisasi perempuan, serta berbagai mitra pembangunan.

Berbagai inovasi yang telah dijalankan antara lain Rumah Dilan sebagai pusat pembelajaran masyarakat yang menyediakan kelas menjahit, kelas bahasa Inggris gratis, pelatihan tata boga, salon, hingga berbagai pelatihan keterampilan produktif. Selain itu, TP PKK OKU Timur juga mengembangkan kelas mengaji bagi masyarakat dan pekerja sektor informal, santunan anak yatim, program bedah rumah, bantuan Rumah Cinta, pembentukan koperasi dan Warung PKK, rumah bibit di setiap kecamatan, bank sampah, pelatihan budidaya ikan, pemanfaatan pekarangan, hingga layanan kesehatan keluarga.

Sheila menegaskan seluruh program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemandirian masyarakat melalui pemberdayaan keluarga yang dilakukan secara berkelanjutan.

Ke depan, penguatan kelompok Dasawisma serta pembentukan kepengurusan TP PKK hingga tingkat RT dan RW menjadi salah satu fokus utama organisasi. Menurutnya, gerakan PKK akan semakin kuat apabila tumbuh dari lingkungan terkecil dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat.

“Ketika gerakan PKK tumbuh dari lingkungan terkecil dan lahir dari kesadaran masyarakat sendiri, maka program-program pemberdayaan tidak akan bergantung pada siapa pemimpinnya, tetapi akan terus berjalan karena telah menjadi budaya gotong royong di tengah masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, penguatan kelembagaan hingga tingkat RT dan RW bertujuan agar setiap program benar-benar lahir dari kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, kader PKK di tingkat akar rumput dapat menjadi motor penggerak perubahan sekaligus mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Kunjungan kerja TP PKK Provinsi Sumatera Selatan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara TP PKK Provinsi Sumsel dan TP PKK Kabupaten OKU Timur dalam mengembangkan pemberdayaan keluarga, memperkuat UMKM, mendukung percepatan penurunan stunting, serta mewujudkan gerakan PKK yang adaptif, inovatif, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (AJ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *