DetikSR.id Jakarta, Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, mendorong pemanfaatan fasilitas publik di ibu kota sebagai ruang pemutaran film edukatif guna memperluas akses masyarakat terhadap tontonan berkualitas. Salah satu fasilitas yang dinilai memiliki potensi besar adalah Planetarium Jakarta.
Menurut Rano, pemanfaatan ruang publik sebagai sarana pemutaran film edukatif dapat menjadi langkah strategis dalam menghadirkan hiburan yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memberikan nilai pembelajaran bagi masyarakat, khususnya anak-anak. “Dengan demikian, dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dalam jangka waktu yang lebih panjang,” ujar Rano dalam keterangannya di Jakarta, (28/3/2026).
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkomitmen untuk mendukung industri perfilman nasional sebagai bagian dari upaya menjadikan Jakarta sebagai kota sinema berkelas global.
Dukungan tersebut mencakup penyediaan ruang-ruang publik yang dapat dimanfaatkan sineas untuk menayangkan karya-karya mereka kepada khalayak luas.
Pernyataan tersebut disampaikan Rano Karno saat menghadiri kegiatan nonton bareng (nobar) film Pelangi di Mars bersama ratusan anak yatim piatu, penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP), serta anak-anak panti asuhan di kawasan Karet Kuningan, Jakarta Selatan.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 230 penerima KJP dan 169 warga binaan sosial dari Panti Sosial Asuhan Anak Putra Utama 1 serta Panti Sosial Asuhan Anak Balita Tunas Bangsa hadir bersama para pendamping.
Mereka menikmati film yang sarat akan pesan moral, harapan, dan semangat kebersamaan.
Rano menilai kegiatan nobar ini tidak sekadar menjadi ajang hiburan, melainkan juga sarana untuk menumbuhkan empati, kepedulian sosial, dan semangat belajar di kalangan anak-anak.
“Kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan, tetapi juga upaya menghadirkan kebahagiaan sekaligus menumbuhkan kepedulian anak-anak terhadap lingkungan sekitar,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kegiatan semacam ini dapat mendorong anak-anak Jakarta untuk tetap optimistis dalam menghadapi masa depan, sekaligus memperkuat nilai-nilai positif seperti rasa percaya diri dan keberanian dalam meraih cita-cita.
Rano berharap program pemutaran film edukatif dapat diperluas ke berbagai fasilitas publik lainnya di Jakarta.
“Kegiatan nobar ini diharapkan tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga menumbuhkan semangat belajar, rasa percaya diri, serta keberanian anak-anak Jakarta untuk meraih masa depan yang lebih baik,” katanya.
Terkait film yang ditayangkan, Rano mengapresiasi nilai-nilai yang diangkat dalam Pelangi di Mars, terutama pesan tentang keberagaman yang dinilai selaras dengan karakter Jakarta sebagai kota inklusif.
Ia menekankan bahwa keberagaman merupakan kekuatan yang harus dijaga dan dirawat bersama.
“Seperti pelangi yang indah karena beragam warna, Jakarta juga kuat karena keberagaman. Setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan bermimpi. Oleh karena itu, kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari,” tandasnya.
Rano juga menyampaikan apresiasi kepada para sineas dan rumah produksi yang telah menghadirkan karya film edukatif dan inspiratif bagi anak-anak Indonesia. Ia berharap semakin banyak karya serupa yang dapat diproduksi dan diputar secara luas, sehingga memberikan dampak positif bagi generasi muda.
Dengan adanya inisiatif ini, Pemprov DKI Jakarta diharapkan mampu memperkuat ekosistem perfilman nasional sekaligus menghadirkan ruang-ruang edukatif yang inklusif, mudah diakses, dan bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.
Ervinna












