Wali Kota Lubuk Linggau Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak Puting Beliung

Berita Daerah126 Dilihat

DetikSR.id LUBUKLINGGAU — Pemerintah Kota Lubuk Linggau bergerak cepat membantu warga yang terdampak bencana angin puting beliung di Jalan Garuda RT 06, Kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Lubuk Linggau Barat I, Kamis (20/8/2026).

Wali Kota Lubuk Linggau, H. Rachmat Hidayat, secara langsung menyerahkan bantuan kepada dua warga yang menjadi korban, yakni Eko Wahyudi Susanto dan Ade.

Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Selain meringankan beban korban, bantuan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan warga pascakejadian.
“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat yang terdampak bencana. Mudah-mudahan dapat membantu dan meringankan beban warga,” ujar Rachmat Hidayat.

Tak hanya menyerahkan bantuan, Pemkot Lubuk Linggau juga menyiapkan langkah penanganan terhadap rumah warga yang mengalami kerusakan akibat terjangan angin puting beliung.

Melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), pemerintah akan melakukan penanganan dan perbaikan rumah sesuai tingkat kerusakan serta ketentuan yang berlaku. Salah satu sumber pembiayaan yang dapat digunakan untuk penanganan kondisi darurat tersebut adalah Belanja Tidak Terduga (BTT), sesuai mekanisme yang berlaku.

Kepala Dinas Sosial Kota Lubuk Linggau, Hasan Andria UY, mengatakan pihaknya juga menyalurkan sejumlah bantuan kebutuhan dasar bagi korban.
“Bantuan yang diberikan antara lain beras, selimut dan kebutuhan lainnya,” kata Hasan.

Sementara itu, salah seorang korban, Eko Wahyudi Susanto, menceritakan detik-detik setelah rumahnya diterjang angin puting beliung pada Rabu (19/8/2026).
Saat kejadian, Eko sedang berada di kebun untuk bekerja. Ia kemudian mendapat kabar bahwa rumahnya terdampak bencana dan langsung bergegas pulang.
“Saat berada di kebun pertanian, saya diberitahu. Saya langsung pulang,” ujar Eko.

Ia bersyukur anak dan istrinya tidak mengalami luka dalam kejadian tersebut. Namun, keduanya sempat mengalami syok akibat bencana yang terjadi secara tiba-tiba.

Akibat terjangan angin, bagian atap rumah Eko yang telah ditempatinya selama sekitar lima tahun beterbangan. Sejumlah batu bata juga ikut berhamburan akibat kuatnya angin.
“Anak dan istri saya tidak mengalami cedera, tapi agak syok. Tadi malam saya masih tidur di rumah, sementara anak dan istri saya diungsikan ke rumah tetangga,” ungkapnya.

Pemerintah Kota Lubuk Linggau mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Warga juga diminta segera melaporkan apabila terjadi bencana maupun kondisi yang berpotensi membahayakan, agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat. ( Rif’at Achmad )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *