DetikSR.id Jakarta, Sebanyak 85 calon mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) asal DKI Jakarta dari keluarga kurang mampu diusulkan untuk menerima bantuan pendidikan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Daftar nama para mahasiswa tersebut telah diserahkan langsung oleh Rektor ITB kepada Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat.
Penyerahan daftar calon penerima beasiswa dilakukan dalam audiensi antara pimpinan ITB dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Balai Kota DKI Jakarta.
Audiensi dipimpin oleh Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., dan dihadiri jajaran pimpinan ITB serta Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari peningkatan akses pendidikan tinggi bagi putra-putri Jakarta hingga penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam pengembangan sumber daya manusia.
Dalam kesempatan itu, Rektor ITB menyerahkan daftar 85 calon mahasiswa asal DKI Jakarta yang telah dinyatakan diterima di ITB dan berasal dari keluarga kurang mampu.
Penyerahan data tersebut bertujuan untuk memastikan para mahasiswa dapat melanjutkan pendidikan tanpa terkendala kondisi ekonomi.
Berdasarkan keterangan resmi ITB yang dikutip pada (19/7/2026), Gubernur Pramono Anung menyatakan kesiapan Pemprov DKI Jakarta untuk memberikan dukungan melalui program beasiswa sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang berlaku.
“Gubernur menyatakan kesiapan Pemprov DKI Jakarta untuk memberikan dukungan melalui program beasiswa sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang berlaku,” demikian keterangan resmi ITB.
ITB menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta selama ini secara rutin menyalurkan beasiswa kepada ribuan mahasiswa ber-KTP DKI Jakarta yang diterima di berbagai perguruan tinggi di Indonesia, termasuk Institut Teknologi Bandung.
Program tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemerataan akses pendidikan tinggi, khususnya bagi mahasiswa berprestasi yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Melalui sinergi ini, diharapkan semakin banyak generasi muda Jakarta yang memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan di perguruan tinggi terbaik nasional dan kelak mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah maupun bangsa.
Rektor ITB juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan alumni dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif.
“Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan alumni merupakan fondasi penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif serta menghasilkan sumber daya manusia unggul,” ujar Rektor ITB sebagaimana disampaikan dalam keterangan resmi kampus.
Meski Pemprov DKI Jakarta telah menyatakan komitmennya untuk memberikan dukungan, rincian mengenai bentuk, besaran, maupun mekanisme penyaluran beasiswa bagi 85 mahasiswa ITB tersebut masih menunggu pengumuman resmi dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Program ini diharapkan dapat memastikan tidak ada mahasiswa yang gagal melanjutkan pendidikan di ITB hanya karena keterbatasan ekonomi, sekaligus memperkuat komitmen pemerintah dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang lebih inklusif dan berkeadilan.
Ervinna






