Gus Ipul Tinjau Sekolah Rakyat DKI Jakarta, Motivasi Siswa Baru Agar Percaya Diri Raih Masa Depan, Jadikan Ruang Belajar Yang Aman, Inklusif, dan Berkualitas

Berita79 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengunjungi Sekolah Rakyat DKI Jakarta untuk menyapa sekaligus memberikan motivasi kepada para siswa baru yang tengah menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Dalam kunjungan tersebut, Gus Ipul mengajak para peserta didik agar tidak berkecil hati dalam menghadapi proses adaptasi di lingkungan sekolah baru serta terus menumbuhkan rasa percaya diri dalam meraih masa depan.

Kunjungan dilakukan saat para siswa memasuki akhir pekan pertama pelaksanaan MPLS. Gus Ipul mengatakan, masa-masa awal bersekolah merupakan fase penyesuaian yang wajar, terlebih bagi siswa yang harus tinggal di asrama dan mengikuti pola kehidupan yang berbeda dari sebelumnya.

“Memang hari pertama, kedua, ketiga, kadang-kadang masih ingat orang tua, masih belum bisa mengikuti jadwal yang padat. Tapi percayalah, nanti satu bulan, dua bulan yang akan datang, anak-anakku akan bisa mengikuti proses pembelajaran di Sekolah Rakyat. Ini bukan tahun pertama, sudah ada kakak-kakakmu yang lebih dulu,” ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulis, pada (19/7/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Sosial berdialog langsung dengan para siswa untuk mendengarkan pengalaman mereka selama menjalani hari-hari pertama di Sekolah Rakyat.

Ia juga meninjau berbagai fasilitas pendidikan yang telah tersedia, termasuk gedung permanen Sekolah Rakyat yang mulai difungsikan sebagai sarana pembelajaran.

Di hadapan para siswa, Gus Ipul menanyakan pendapat mereka mengenai fasilitas sekolah yang telah disiapkan pemerintah.

“Lihat sarana dan prasarananya, gedung permanen Sekolah Rakyat. Belum semuanya selesai dibangun, tapi anak-anakku sudah bisa melihat dan merasakan. Bagaimana gedung ini menurut kalian?” tanyanya.
“Bagus!” jawab seluruh siswa serempak dengan penuh semangat.

Gus Ipul berharap seluruh fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung proses belajar mengajar sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan para siswa.

Dalam dialog tersebut, Gus Ipul juga membagikan kisah para siswa angkatan sebelumnya yang sempat mengalami rasa minder dan pesimistis terhadap masa depan mereka.

Namun berkat pendampingan para guru, wali asuh, serta wali asrama, para siswa mampu berkembang, meningkatkan prestasi, dan memiliki kepercayaan diri yang lebih baik.

“Oleh karena itu tidak perlu kecil hati, tidak perlu rendah diri. Semuanya harus semangat karena nanti akan dibimbing oleh para guru-guru yang hebat, akan didampingi oleh para wali asuh dan wali asrama,” katanya.

Ia menegaskan bahwa seluruh peserta didik di Sekolah Rakyat memiliki hak, kesempatan, dan nilai yang sama tanpa adanya perlakuan berbeda.

“Setiap siswa Sekolah Rakyat berharga, tidak dibeda-bedakan,” tegasnya.

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah siswa turut membagikan pengalaman mereka selama mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat.

Calysta (12) mengaku sempat mengalami kesulitan beradaptasi pada hari-hari pertama karena merindukan keluarganya.
“Pertama nangis, kedua kangen orang tua, ketiga sudah terbiasa,” ungkapnya.

Sementara itu, siswi lainnya, Jessi, mengaku kehadiran Sekolah Rakyat telah membangkitkan kembali harapannya untuk melanjutkan pendidikan.

“Sebelum masuk ke sini saya berdoa apakah saya masih punya masa depan yang layak untuk ke depannya atau saya berhenti sampai di titik ini saja.
Tapi ketika saya berdoa kemudian ditemukan jawabannya dengan Sekolah Rakyat ini,” tuturnya.

Jessi juga menyampaikan bahwa dirinya merasa diterima dengan baik meskipun memiliki keyakinan yang berbeda dengan sebagian besar teman-temannya.

Menurutnya, suasana saling menghormati di lingkungan sekolah membuat proses adaptasi berjalan lebih mudah.

Menanggapi hal tersebut, Gus Ipul mengingatkan seluruh siswa agar terus menjaga sikap toleransi dan saling menghargai antarsesama.

Ia menegaskan Sekolah Rakyat harus menjadi lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh peserta didik tanpa memandang latar belakang apa pun.

“Tidak boleh juga melakukan tindakan intoleransi yang tidak mau menghormati siapa pun,” tegasnya.

Sebelum mengakhiri kunjungan, Gus Ipul mengajak seluruh siswa berdoa bersama, kemudian meninjau asrama serta gedung permanen Sekolah Rakyat DKI Jakarta.

Berdasarkan data Kementerian Sosial, hasil penjangkauan peserta didik baru di Sekolah Rakyat DKI Jakarta saat ini mencatat sebanyak 90 siswa jenjang SMA, 90 siswa jenjang SMP, dan 27 siswa jenjang SD.

Melalui program Sekolah Rakyat, pemerintah terus berupaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu melalui penyediaan fasilitas belajar, pendampingan akademik dan karakter, serta lingkungan pendidikan yang mendukung agar setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *