Menbud Fadli Zon Serahkan Rekomendasi Calon Pahlawan Nasional 2026 Kepada Prabowo di Istana Merdeka

Berita64 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon di Istana Merdeka, Jakarta, pada (4/11/2026). Dalam pertemuan tersebut, Fadli Zon menyampaikan rekomendasi Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK) mengenai usulan pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada sejumlah tokoh bangsa dalam rangka memperingati Hari Pahlawan pada 10 November 2026.

Rekomendasi tersebut menjadi bagian dari tahapan resmi pemerintah dalam proses pengusulan dan penetapan gelar Pahlawan Nasional. Usulan yang disampaikan kepada Presiden telah melalui serangkaian penelitian, pengkajian, serta pembahasan oleh lembaga dan tim yang berwenang.

Informasi mengenai pertemuan tersebut disampaikan melalui unggahan akun resmi Sekretariat Kabinet pada (4/11/2026). Dalam pertemuan itu, turut hadir Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.

Seskab Teddy menjelaskan, rekomendasi yang disampaikan Menteri Kebudayaan merupakan hasil pembahasan Dewan GTK setelah melalui proses penelitian dan pengkajian secara berjenjang, mulai dari tingkat daerah hingga tingkat pusat.

” Dalam pertemuan tersebut, Menteri Kebudayaan menyampaikan rekomendasi Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK) terkait usulan pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada sejumlah tokoh bangsa dalam rangka peringatan Hari Pahlawan 2026,” ujar Teddy dalam keterangannya.

Ia menjelaskan, proses pengusulan diawali dengan penelitian dan pengkajian oleh Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) di tingkat kabupaten/kota dan provinsi. Hasil kajian dari daerah tersebut kemudian diteruskan kepada Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) di Kementerian Sosial untuk dilakukan penelitian dan pembahasan lebih lanjut.

Selanjutnya, seluruh hasil penelitian dan pengkajian dibawa ke dalam sidang Dewan GTK. Melalui forum tersebut, berbagai aspek terkait rekam jejak, perjuangan, pengabdian, serta kontribusi para tokoh terhadap bangsa dan negara dibahas sebelum rekomendasi disampaikan kepada Presiden.

“Selanjutnya, hasil penelitian dan kajian tersebut dibahas dalam sidang Dewan GTK sebelum disampaikan sebagai rekomendasi kepada Presiden,” kata Teddy.

Pemberian gelar Pahlawan Nasional bukan sekadar bentuk penghormatan seremonial, melainkan pengakuan resmi negara terhadap jasa, perjuangan, dan pengabdian luar biasa seseorang bagi bangsa dan negara.

Karena itu, proses pengusulannya melibatkan mekanisme penelitian dan pengkajian yang berlapis. Setiap calon harus melalui tahapan penilaian berdasarkan ketentuan yang berlaku, sehingga pemberian gelar tersebut memiliki landasan historis, administratif, dan pertanggungjawaban yang jelas.

Momentum peringatan Hari Pahlawan setiap 10 November juga menjadi pengingat pentingnya menjaga kesinambungan sejarah perjuangan bangsa. Penghargaan terhadap para tokoh yang berjasa diharapkan tidak hanya menjadi pengakuan negara, tetapi juga memperkuat pemahaman generasi penerus mengenai nilai perjuangan, pengorbanan, persatuan, dan pengabdian kepada Indonesia.

Menurut Teddy, pertemuan Presiden Prabowo dengan Menteri Kebudayaan tersebut merupakan bagian dari proses negara dalam memberikan penghargaan kepada tokoh-tokoh yang telah memberikan kontribusi besar bagi perjalanan bangsa Indonesia.

Pertemuan itu sekaligus menegaskan bahwa rekomendasi calon penerima gelar Pahlawan Nasional telah memasuki tahapan penyampaian kepada Presiden setelah melalui proses penelitian dan pembahasan sesuai mekanisme yang berlaku.

Adapun keputusan akhir mengenai pemberian gelar Pahlawan Nasional berada di tangan Presiden Republik Indonesia sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dengan demikian, rangkaian proses menjelang peringatan Hari Pahlawan 2026 tidak hanya menjadi agenda pemberian penghargaan, tetapi juga bagian dari upaya negara merawat ingatan kolektif, meluruskan pemahaman sejarah, serta memastikan jasa para tokoh bangsa memperoleh tempat yang semestinya dalam perjalanan sejarah Indonesia.

Ervinna

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *