Dony Oskaria: Perampingan BUMN Dipercepat PLN dan Pupuk Indonesia Pangkas Anak Usaha, Tingkatkan Efisiensi dan Tata Kelola

Berita89 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mulai mempercepat langkah perampingan anak usaha sebagai bagian dari agenda transformasi korporasi yang bertujuan meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat tata kelola perusahaan, serta mempertajam fokus pada bisnis inti.

Dua perusahaan pelat merah yang saat ini tengah menjalankan program tersebut adalah PT PLN (Persero) dan PT Pupuk Indonesia (Persero).
Langkah restrukturisasi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah melalui Danantara Indonesia untuk menciptakan BUMN yang lebih sehat, kompetitif, dan mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional.

Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Dony Oskaria menegaskan bahwa transformasi bisnis dan penyederhanaan struktur perusahaan merupakan langkah strategis untuk meningkatkan daya saing BUMN di tengah tantangan ekonomi dan kebutuhan pembangunan nasional yang semakin kompleks.

“Percepatan transformasi dan penguatan keandalan sistem kelistrikan menjadi kunci agar PLN semakin efektif mendukung ketahanan energi nasional,” ujar Dony Oskaria dalam keterangan resminya, pada (7/6/2026).

Dalam proses transformasinya, PLN menargetkan pengurangan jumlah anak usaha dari 44 entitas menjadi 23 entitas pada 2028. Artinya, sebanyak 21 anak perusahaan akan dilepas melalui berbagai skema, mulai dari konsolidasi, divestasi, restrukturisasi, hingga penyederhanaan struktur usaha.

Program streamlining atau penyederhanaan entitas tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam pertemuan antara jajaran Direksi PLN dengan Dony Oskaria. Selain membahas restrukturisasi perusahaan, pertemuan itu juga mengevaluasi perkembangan transformasi bisnis serta implementasi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034.

RUPTL tersebut menjadi peta jalan pengembangan sektor ketenagalistrikan nasional dalam satu dekade mendatang. Dari total proyek yang tercantum dalam rencana tersebut, sebanyak 1.634 proyek atau hampir 40 persen telah memasuki tahap pelaksanaan.
Proyek-proyek tersebut meliputi pembangunan pembangkit listrik baru, jaringan transmisi, serta gardu induk yang ditujukan untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik dan memenuhi kebutuhan energi nasional yang terus tumbuh seiring perkembangan industri dan pertumbuhan ekonomi.

Di sektor industri pupuk dan petrokimia, Pupuk Indonesia juga tengah menjalankan program restrukturisasi besar-besaran. Perusahaan menargetkan jumlah anak usaha berkurang dari 57 entitas menjadi hanya 15 entitas pada 2027.

Untuk mencapai target tersebut, perusahaan akan melepas 42 anak usaha secara bertahap. Pada akhir 2026, jumlah entitas ditargetkan lebih dahulu turun menjadi 17 perusahaan sebelum kembali dirampingkan pada tahun berikutnya.

Menurut Dony Oskaria, langkah penyederhanaan struktur usaha ini diperlukan agar perusahaan dapat lebih fokus menjalankan bisnis utama sekaligus meningkatkan efektivitas pengelolaan dan pengambilan keputusan.
“Penyederhanaan entitas akan memperkuat fokus bisnis dan meningkatkan efektivitas pengelolaan perusahaan,” kata Dony.

Sebagai bagian dari transformasi tersebut, Pupuk Indonesia juga akan membentuk tiga subholding utama yang akan menjadi tulang punggung bisnis perusahaan, yaitu bidang Agrichemical, Industrial Chemical, dan Clean Ammonia. Ketiga subholding tersebut nantinya akan didukung oleh Feedstock Co. yang berperan sebagai pengelola pasokan bahan baku.

Program perampingan anak usaha yang dijalankan PLN dan Pupuk Indonesia mencerminkan arah baru transformasi BUMN yang berfokus pada efisiensi, penguatan tata kelola, dan optimalisasi aset perusahaan.

Melalui penyederhanaan struktur korporasi, pemerintah berharap BUMN dapat bergerak lebih lincah, mengurangi biaya operasional yang tidak produktif, serta meningkatkan kontribusi terhadap pembangunan nasional.

Restrukturisasi ini juga diharapkan mampu memperkuat posisi BUMN dalam menghadapi persaingan global sekaligus mendukung agenda strategis pemerintah di sektor energi, pangan, dan industri berkelanjutan.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *