Fery Wong: Meninggalkan Karier yang Stabil demi Mengejar Mimpi Menjadi Aktor

Berita108 Dilihat

DetikSR.id Jakarta – Tidak semua orang berani meninggalkan kehidupan yang sudah nyaman demi mengejar mimpi yang belum tentu berhasil. Namun, bagi Fery Wong, ada satu hal yang lebih menakutkan daripada kegagalan: hidup dengan penyesalan karena tidak pernah mencoba.

Lahir di Jakarta, Fery menghabiskan masa kecilnya di ibu kota sebelum kemudian pindah ke Medan saat duduk di bangku SMA. Di kota itulah ia membangun kehidupannya hingga dipercaya menjabat sebagai Operational Manager di salah satu restoran. Kariernya terus berkembang, memiliki penghasilan yang stabil, dan masa depan yang terlihat menjanjikan.

Di balik semua itu, Fery menyimpan sebuah mimpi yang telah hidup sejak kecil.

Setiap kali menonton film, ia selalu membayangkan dirinya berada di depan kamera. Bukan sekadar menjadi terkenal, tetapi menjadi bagian dari sebuah cerita yang mampu membuat orang tertawa, menangis, atau melihat kehidupan dari sudut pandang yang berbeda.

Namun, mimpi itu perlahan terkubur. Bukan karena ia berhenti mencintainya, melainkan karena ia tidak pernah tahu bagaimana cara menggapainya. Dunia hiburan terasa begitu jauh dari kehidupannya.

Tahun demi tahun berlalu. Karier terus berjalan. Dari luar, hidup Fery terlihat baik-baik saja. Namun jauh di dalam dirinya, selalu ada pertanyaan yang tidak pernah benar-benar hilang.

“Bagaimana kalau saya memberi satu kesempatan untuk mimpi yang sudah saya pendam sejak kecil?”

Pertanyaan itu akhirnya membawanya pada keputusan terbesar dalam hidupnya.

Fery meninggalkan pekerjaannya di Medan dan kembali ke Jakarta untuk memulai semuanya dari nol. Tanpa jaminan berhasil, tanpa kepastian kapan kesempatan akan datang. Yang ia miliki hanyalah keyakinan bahwa mimpi masa kecilnya layak diperjuangkan.

Perjalanan itu tidak mudah. Casting demi casting dijalani. Penolakan menjadi bagian dari proses. Namun, setiap kegagalan justru semakin menguatkan tekadnya untuk terus belajar dan membuktikan kemampuannya.

Sebelum serius meniti karier di dunia seni peran, Fery juga dikenal sebagai finalis L-Men of The Year 2025 dan aktif mengikuti kegiatan kontes bodybuilder. Pengalaman tersebut membentuk karakter disiplin, konsisten, dan pantang menyerah—nilai yang kini ia bawa dalam setiap proses sebagai aktor.

Perjuangan itu perlahan mulai membuahkan hasil. Fery dipercaya bermain dalam film layar lebar Keluarga Tak Berencana, series Ganteng Ganteng Genteng, serta tampil di sinetron Para Pencari Tuhan Jilid 19 episode 11.

Di dunia film pendek, ia dipercaya sebagai pemeran utama dalam Pesta Dupa yang Harum, Belum Pulang, dan Avenging My Mother, serta menjadi pemeran pendukung dalam Yang Tersisa.

Saat ini, Fery juga tengah menjalani proses produksi teaser film The Time sebagai pemeran utama. Baginya, setiap proyek menjadi pengingat bahwa langkah kecil yang diambil dengan keberanian bisa mengubah arah hidup seseorang.

“Saya tidak pernah menyesal meninggalkan pekerjaan yang stabil. Yang paling saya takutkan justru menyesal karena tidak pernah memberi kesempatan pada mimpi saya. Kalau gagal, saya masih bisa bangkit. Tapi kalau tidak pernah mencoba, penyesalan itu mungkin akan saya bawa seumur hidup,” ujar Fery Wong.

Perjalanan Fery Wong masih jauh dari kata selesai. Namun, satu keputusan telah mengubah hidupnya: berhenti mengubur mimpi dan mulai memperjuangkannya.

Sebab, terkadang yang membedakan seseorang yang berhasil dengan yang tidak bukanlah seberapa besar mimpinya, melainkan seberapa berani ia mengambil langkah pertama.(Red/SB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *