HANI 2026, Kepala BNN RI Suyudi: BNN Tegaskan Komitmen Kawal Kebijakan Prabowo Berantas Narkoba

Berita89 Dilihat

DetikSR.id Bogor, Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) Komjen Pol. Suyudi Ario Seto menegaskan komitmen lembaganya untuk berada di garis depan dalam mengawal kebijakan Presiden Prabowo Subianto terkait pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Komitmen tersebut disampaikan Suyudi dalam peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 yang digelar di kawasan Lido, Bogor, pada (23/7/2026).

Dalam momentum tersebut, ia menegaskan bahwa perang melawan narkoba membutuhkan kerja bersama dan sinergi lintas sektor, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Suyudi mengatakan BNN RI terus berupaya memperkuat kapasitas kelembagaan agar mampu menghadapi perkembangan ancaman narkotika yang semakin kompleks.

Menurut dia, BNN harus menjadi institusi yang adaptif terhadap perubahan sekaligus mampu membangun kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan.

“BNN RI siap berada di garis depan mengawal kebijakan Bapak Presiden, memperkuat kolaborasi nasional dan internasional, serta terus bertransformasi menjadi institusi yang semakin profesional, modern, adaptif, humanis, dan tepercaya,” kata Suyudi.

Ia menegaskan, pemberantasan narkoba tidak dapat dilakukan hanya dengan mengandalkan penindakan hukum. Upaya tersebut harus berjalan beriringan dengan langkah pencegahan, edukasi, rehabilitasi, serta penguatan peran masyarakat.

Karena itu, BNN berkomitmen meningkatkan seluruh daya upaya dalam menghadapi ancaman narkotika, mulai dari pencegahan penyalahgunaan hingga pemberantasan jaringan peredaran gelap narkoba.

“Kami menegaskan kembali komitmen BNN RI untuk terus meningkatkan seluruh daya upaya dalam pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika secara tegas, profesional, terukur, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Suyudi, tantangan pemberantasan narkoba saat ini semakin membutuhkan strategi yang komprehensif. Peredaran narkotika tidak hanya berdampak pada aspek keamanan dan penegakan hukum, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat, ketahanan sosial, serta masa depan generasi muda.

Oleh sebab itu, ia menilai kolaborasi menjadi kunci penting dalam memperkuat upaya pemberantasan narkoba. BNN, kata dia, akan terus membangun sinergi dengan kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, sektor swasta, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat luas.

Suyudi juga menekankan pentingnya dukungan seluruh komponen bangsa dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari penyalahgunaan narkotika. Peran masyarakat dinilai sangat penting, terutama dalam mencegah penyalahgunaan narkoba sejak dini dan meningkatkan kesadaran mengenai bahaya narkotika.

Ia menilai keberhasilan pemberantasan narkoba pada akhirnya tidak hanya diukur dari banyaknya kasus yang berhasil diungkap atau jaringan yang ditindak, tetapi juga dari kemampuan bangsa dalam mencegah generasi muda terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.

“Pemberantasan narkoba merupakan bagian penting dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, kuat, dan memiliki daya saing tinggi,” kata Suyudi.

Menurut dia, pembangunan sumber daya manusia yang terbebas dari ancaman narkoba merupakan salah satu fondasi penting dalam mewujudkan cita-cita besar bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

“Dengan dukungan serta sinergi seluruh komponen bangsa, kami meyakini Indonesia mampu membangun generasi yang lebih sehat, cerdas, kuat, dan berdaya saing tinggi sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Suyudi memastikan BNN RI akan terus memperkuat langkah pencegahan dan pemberantasan narkotika secara berkelanjutan.

BNN juga akan terus bertransformasi agar mampu merespons dinamika kejahatan narkotika yang terus berkembang, sekaligus memberikan perlindungan yang lebih baik kepada masyarakat.

Momentum HANI 2026, kata dia, menjadi pengingat bahwa perang terhadap narkoba merupakan tanggung jawab bersama.

Dengan sinergi dan komitmen seluruh elemen bangsa, upaya mewujudkan Indonesia yang sehat, aman, dan bebas dari penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika diharapkan dapat terus diperkuat.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *