Indonesia-Belarus Resmi Teken Kerja Sama Kebudayaan, Perkuat Diplomasi Budaya di Tingkat Global

Nasional75 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Pemerintah Republik Indonesia dan Republik Belarus resmi menandatangani Memorandum Saling Pengertian (MSP) tentang Kerja Sama di Bidang Kebudayaan sebagai langkah strategis untuk memperkuat hubungan bilateral sekaligus memperluas diplomasi budaya Indonesia di tingkat internasional.

Penandatanganan tersebut berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, pada (2/7/2026), dan disaksikan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto serta Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko.

Dokumen kerja sama ditandatangani oleh Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon bersama Menteri Luar Negeri Belarus Maxim Ryzhenkov. Kesepakatan ini menjadi salah satu hasil konkret dari kunjungan kenegaraan Presiden Lukashenko ke Indonesia dan menandai komitmen kedua negara dalam menjadikan kebudayaan sebagai salah satu pilar utama kemitraan strategis.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia terus memperkuat diplomasi budaya sebagai salah satu instrumen penting dalam hubungan internasional.

Menurutnya, kebudayaan merupakan sumber soft power yang mampu membangun kepercayaan, mempererat persahabatan, sekaligus membuka peluang kerja sama yang saling menguntungkan dengan berbagai negara.

“Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia terus memperkuat diplomasi budaya sebagai salah satu pilar hubungan internasional. Kebudayaan merupakan sumber soft power Indonesia yang mampu membangun kepercayaan, mempererat persahabatan, serta membuka ruang kerja sama yang saling menguntungkan dengan berbagai negara. Penandatanganan MSP ini menjadi fondasi penting untuk membangun kemitraan yang berkelanjutan antara Indonesia dan Belarus melalui seni, warisan budaya, dan kreativitas,” ujar Fadli Zon dalam keterangannya, pada (3/7/2026).

Ia berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada penandatanganan dokumen semata, tetapi diwujudkan melalui berbagai program nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat kedua negara.

“Melalui kerja sama ini, kita ingin mempertemukan para seniman, pekerja budaya, museum, lembaga seni, akademisi, dan komunitas kreatif kedua negara untuk saling belajar, berkarya, dan berinovasi. Inilah esensi diplomasi budaya, yaitu membangun kedekatan antarmasyarakat yang pada akhirnya memperkuat hubungan antarnegara. Kami berharap implementasi MSP ini akan melahirkan berbagai program konkret yang semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan budaya dunia,” tambahnya.

Ruang lingkup kerja sama yang disepakati mencakup berbagai bidang kebudayaan, mulai dari pengembangan jejaring seni pertunjukan, teater, perfilman, organisasi seniman, hingga penyelenggaraan pameran museum dan festival film internasional.

Selain itu, kedua negara juga akan bekerja sama dalam peningkatan kapasitas seniman melalui program lokakarya, residensi budaya, pertukaran tenaga ahli, serta kolaborasi antarlembaga kebudayaan.

Tidak hanya itu, MSP juga mengatur kerja sama dalam perlindungan, pelestarian, dan restorasi warisan sejarah serta pengembangan berbagai ekspresi budaya tradisional, seperti cerita rakyat, seni rupa, tari tradisional, musik tradisional, dan kerajinan tangan sebagai bagian dari upaya menjaga keberagaman budaya kedua negara.

Untuk memastikan implementasi kerja sama berjalan efektif, Indonesia dan Belarus akan membentuk Joint Working Group (Kelompok Kerja Bersama) yang bertugas menyusun rencana aksi, memfasilitasi pelaksanaan program, serta melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap berbagai kegiatan yang disepakati.

Memorandum ini berlaku selama lima tahun sejak ditandatangani dan dapat diperpanjang secara otomatis berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak.

Bagi Indonesia, kerja sama ini merupakan bagian dari strategi memperkuat diplomasi melalui soft power dengan memanfaatkan kekayaan warisan budaya, seni, dan kreativitas sebagai aset strategis bangsa. Sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan peran Indonesia di panggung global, diplomasi budaya diharapkan mampu memperluas pengaruh positif Indonesia, mempererat hubungan antarmasyarakat, memperkuat kemitraan internasional yang inklusif, serta memberikan manfaat nyata bagi pelaku budaya dan masyarakat di Indonesia maupun Belarus.

Ervinna

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *