Kapolres Karawang Ungkap 31 kasus Penyalahgunaan Narkotika selama kurun waktu dua Bulan

Berita40 Dilihat

DETIKSR. ID KARAWANG – Polres Karawang berhasil mengungkap 31 kasus penyalahgunaan narkotika selama periode Maret hingga 14 Mei 2026. Dalam pengungkapan tersebut, sebanyak 41 tersangka berhasil diamankan beserta barang bukti narkotika dan obat keras tertentu.

Japolres Karawang, AKBP Fiki N. Ardiansyah, menyampaikan pengungkapan kasus tersebut merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Kabupaten Karawang.

“Kami terus berupaya melakukan penegakan hukum terhadap peredaran narkotika demi melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari bahaya penyalahgunaan narkoba,” ujar AKBP Fiki N. Ardiansyah saat konferensi pers di Mapolres Karawang, Kamis (14/5/2026).

Dalam pemaparannya, Kapolres menjelaskan dari total 31 kasus yang berhasil diungkap, terdiri atas 27 kasus sabu dengan 36 tersangka dan barang bukti sabu seberat 1.440,63 gram. Selain itu, terdapat tiga kasus narkotika sintetis dengan empat tersangka dan barang bukti 175,33 gram.
Polisi juga mengungkap satu kasus ekstasi dengan satu tersangka dan barang bukti tiga butir pil ekstasi, satu kasus psikotropika dengan barang bukti 320 butir, serta enam kasus obat keras tertentu dengan delapan tersangka dan barang bukti sebanyak 9.472 butir.

Salah satu pengungkapan terbesar terjadi di wilayah Desa Pangulah Selatan, Kecamatan Kotabaru, Karawang. Dalam kasus tersebut, Satres Narkoba Polres Karawang berhasil menangkap dua tersangka berinisial SD alias Ompong dan DN alias ABAP yang berperan sebagai kurir narkotika jenis sabu.

Dari tangan kedua tersangka, polisi mengamankan barang bukti sabu seberat 1.047,40 gram, timbangan digital, plastik kemasan, serta telepon genggam yang digunakan untuk komunikasi transaksi.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, kedua tersangka mengaku menerima upah sebesar Rp10 juta untuk setiap 100 gram sabu yang berhasil diedarkan. Upah tersebut dibagi antara kedua pelaku.

“Motif utama para pelaku adalah faktor ekonomi dan keinginan untuk dapat mengonsumsi sabu secara gratis,” kata Kapolre Karawang.

Kapolres Karawang menyebutkan, narkotika tersebut diperoleh dari seorang pemasok berinisial TL alias Godek yang kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Hingga saat ini, Satres Narkoba Polres Karawang masih melakukan pengembangan guna mengungkap jaringan peredaran narkotika lainnya.
Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 114 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika serta Pasal 609 ayat 2 huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

“Ancaman hukumannya pidana mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun,” tegas AKBP Fiki N. Ardiansyah.

Sementara itu, Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, mengapresiasi langkah tegas Polres Karawang dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah Karawang. Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan aparat penegak hukum terus diperkuat demi menciptakan lingkungan yang aman dan bebas narkoba.

Kapolres Karawang memastikan akan terus melakukan pengembangan kasus dan memburu pemasok utama yang hingga kini masih buron,”Pungkasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *