Kemendikdasmen Perkuat Pelatihan PMKKA Guru Berbasis Mata Pelajaran Untuk Tingkatkan Kualitas Pembelajaran

Berita39 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat upaya peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan melalui implementasi Pelatihan Mandiri Pembelajaran Mendalam, Koding, dan Kecerdasan Artifisial (PMKKA).

Pada tahun ini, program tersebut diperkuat dengan mengadopsi metode Teacher Experimental Training (TET) yang berbasis mata pelajaran, sehingga pelatihan menjadi lebih aplikatif dan relevan dengan kebutuhan guru di kelas.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, menjelaskan bahwa penguatan implementasi PMKKA merupakan kelanjutan dari tahap awal program yang sebelumnya berfokus pada persiapan serta uji coba (piloting).
Kini, pemerintah mengarahkan perhatian pada penerapan nyata di lingkungan sekolah.

“Jika pada tahap awal kami berfokus pada penyiapan dan piloting, tahun ini fokus utama kami adalah memperkuat implementasi PMKKA berbasis mata pelajaran,” ujar Nunuk dalam kegiatan Peluncuran Pelatihan Mandiri Pembelajaran Mendalam, Koding, dan Kecerdasan Artifisial yang berlangsung di Jakarta, pada (9/7/2026).

Menurutnya, melalui metode Teacher Experimental Training (TET), sekolah tidak lagi hanya menjadi tempat belajar bagi peserta didik, tetapi juga berfungsi sebagai laboratorium pembelajaran bagi para guru.

Dalam metode ini, guru dapat langsung mempraktikkan materi pelatihan sesuai dengan mata pelajaran yang mereka ampu, kemudian melakukan evaluasi dan refleksi bersama.

“Guru matematika akan belajar bersama guru matematika, guru Bahasa Indonesia bersama guru Bahasa Indonesia. Setelah pelatihan, mereka langsung mengimplementasikan materi di kelas, kemudian pada pertemuan berikutnya melakukan refleksi atas hasil pembelajaran,” jelasnya.

Nunuk menegaskan bahwa pendekatan ini bertujuan memastikan konsep Pembelajaran Mendalam benar-benar diterapkan dalam proses belajar mengajar.

Pembelajaran tersebut mengedepankan tiga prinsip utama, yakni berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, sehingga peserta didik tidak hanya memahami materi, tetapi juga mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, serta memanfaatkan teknologi secara bijaksana.

“Kami ingin memastikan filosofi Pembelajaran Mendalam yang Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan benar-benar diterapkan di ruang-ruang kelas, bukan hanya menjadi konsep di atas kertas,” kata Nunuk.

Untuk mendukung pelaksanaan program secara berkelanjutan, Kemendikdasmen akan melibatkan berbagai forum profesional guru, seperti Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Para fasilitator yang mendampingi pelatihan berasal dari Fasilitator Nasional dan Fasilitator Kelompok Kerja Berbasis Mata Pelajaran yang telah mendapatkan pembekalan khusus.

Pelatihan akan dilaksanakan secara rutin dengan memanfaatkan Hari Belajar Guru sebagai wadah utama peningkatan kompetensi pendidik.

Selain pelatihan tatap muka, Kemendikdasmen juga memperluas akses melalui Fitur Pelatihan Mandiri di Ruang GTK (RGTK) serta program Diklat Bauran yang memanfaatkan Learning Management System (LMS) RGTK.

Dengan skema ini, guru di seluruh Indonesia diharapkan dapat mengikuti pelatihan secara fleksibel sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing.

Melalui penguatan implementasi PMKKA berbasis mata pelajaran, Kemendikdasmen berharap kompetensi guru dalam menerapkan pembelajaran mendalam, pemanfaatan koding, serta kecerdasan artifisial semakin meningkat.

Langkah ini diharapkan mampu mendukung transformasi pendidikan nasional dan mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan perkembangan teknologi di era digital.

Ervinna

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *