Kemenhub Siapkan Tiga Bandara Alternatif Antisipasi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau

Berita146 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Kemenhub Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan tiga bandara alternatif untuk mengantisipasi gangguan operasional penerbangan akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Menteri Perhubungan Dudi Prawagandhi mengatakan, tiga bandara yang disiapkan sebagai alternatif pendaratan pesawat tersebut adalah Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka, Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, dan Bandara Internasional Juanda Surabaya.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah memastikan konektivitas penerbangan tetap berjalan, khususnya bagi masyarakat yang masih membutuhkan layanan penerbangan menuju Jakarta maupun wilayah lainnya.

“Kami juga tawarkan kepada airlines yang lain apabila memungkinkan untuk dilakukan penerbangan di luar bandara-bandara yang terdampak,” kata Dudi dalam keterangannya terkait Update Situasi Terkini Pasca Erupsi Gunung Anak Krakatau, pada (6/9/2026).

Menurut Dudi, sejumlah bandara di Pulau Jawa dipersiapkan untuk menjadi alternatif pendaratan bagi penerbangan dari luar Jawa maupun penerbangan internasional yang terdampak penutupan atau pembatasan operasional bandara akibat sebaran abu vulkanik.

“Jadi ada beberapa bandara yang di Jawa yang kami persiapkan sebagai alternatif untuk dilakukan pendaratan dari luar Jawa maupun internasional,” ujarnya.

Salah satu bandara yang telah digunakan sebagai alternatif adalah BIJB Kertajati. Dudi mengungkapkan, dua penerbangan Garuda Indonesia dari Jeddah dan Madinah telah dialihkan untuk mendarat di Bandara Kertajati.

Kondisi Bandara Kertajati hingga Minggu siang masih memungkinkan untuk digunakan. Berdasarkan hasil paper test yang dilakukan pada pukul 12.00 WIB, bandara tersebut belum terindikasi terdampak sebaran abu vulkanik.

Meski demikian, Kemenhub tetap meminta seluruh maskapai untuk meningkatkan kewaspadaan. Hal tersebut mengingat kondisi cuaca dan arah pergerakan abu vulkanik dapat berubah secara cepat.

“Mengingat cuaca yang selalu dinamis, sangat dinamis, kami minta supaya airlines juga mengantisipasi atau mewaspadai apabila penyebaran dari debu vulkanik ini mengarah ke Kertajati,” kata Dudi.

Kemenhub menegaskan bahwa penggunaan bandara alternatif tetap mempertimbangkan sejumlah faktor, termasuk perkembangan sebaran abu vulkanik, kondisi cuaca, informasi meteorologi, serta aspek keselamatan dan keamanan penerbangan.

Sebelumnya, Kemenhub menutup sementara lima bandara yang terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Kelima bandara tersebut meliputi Bandara Radin Inten II Lampung, Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Pondok Cabe, dan Bandara Budiarto Curug.

Selanjutnya, pada pukul 12.00 WIB, Bandara Husein Sastranegara Bandung juga dinyatakan ditutup setelah hasil pemantauan menunjukkan adanya indikasi dampak abu vulkanik di wilayah tersebut.

Penutupan dan pengalihan penerbangan dilakukan sebagai langkah mitigasi untuk menjaga keselamatan penerbangan. Abu vulkanik dapat mengganggu operasional pesawat, antara lain karena berpotensi mengurangi jarak pandang serta memengaruhi kinerja mesin dan sistem pesawat.

Kemenhub akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi penerbangan dan operasional bandara. Pembaruan status bandara akan dilakukan berdasarkan hasil pengamatan serta informasi terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Dalam penanganan situasi tersebut, Kemenhub juga terus berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), AirNav Indonesia, Angkasa Pura, serta seluruh maskapai penerbangan.

Pemerintah mengimbau masyarakat dan calon penumpang untuk terus memantau informasi resmi dari maskapai dan otoritas penerbangan sebelum melakukan perjalanan.

Perubahan jadwal, pengalihan rute, maupun pembatalan penerbangan dapat dilakukan sewaktu-waktu apabila kondisi abu vulkanik dan cuaca dinilai berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *