Kemenpora Erick Thohir Dukung PB Percasi Kembangkan Catur Nasional Sebagai Industri Olahraga dan Pariwisata

Nasional201 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) dalam mengembangkan cabang olahraga catur ke arah industri olahraga (sport industry) dan pariwisata olahraga (sport tourism).

Dukungan ini diharapkan mampu mendorong catur tidak hanya sebagai ajang prestasi, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi nasional.
Dukungan tersebut disampaikan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, saat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) PB Percasi XXX Tahun 2026 yang digelar di Jakarta pada (11/4/2026).

Dalam sambutannya, Erick menegaskan bahwa olahraga modern saat ini tidak lagi hanya berorientasi pada prestasi semata, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai industri yang mampu memberikan kontribusi ekonomi signifikan.
“Secara fundamental, catur ini banyak diminati. Saya percaya olahraga itu tidak hanya soal prestasi, tetapi juga tentang industri olahraga,” ujar Erick dalam keterangan resminya.

Erick menjelaskan bahwa industri olahraga di negara maju seperti Amerika Serikat telah berkembang pesat dengan nilai mencapai sekitar 525 miliar dolar AS.

Ia menilai Indonesia memiliki peluang yang sama untuk mengembangkan sektor tersebut, termasuk melalui cabang olahraga catur.

Menurutnya, pertumbuhan industri olahraga akan berdampak langsung pada perekonomian nasional, terutama jika didukung oleh sinergi antara belanja pemerintah, investasi sektor swasta, serta peningkatan daya beli masyarakat.
“Artinya, pertumbuhan ekonomi harus terjadi selain ada government spending dan investasi sektor privat serta daya beli masyarakat,” jelas Erick.

Lebih lanjut, Erick menekankan bahwa catur memiliki nilai lebih dibandingkan olahraga lainnya karena berperan dalam membentuk karakter bangsa.

Ia menyebut catur melatih strategi, kedisiplinan, kesabaran, serta kemampuan berpikir kritis.
Pemerintah, lanjutnya, terus mendorong transformasi dalam pengelolaan olahraga nasional, termasuk di lingkungan Kemenpora.

Dengan keterbatasan anggaran, program-program yang dijalankan harus tepat sasaran dan berkelanjutan.
Salah satu langkah konkret adalah pembagian program pemusatan latihan nasional (pelatnas) menjadi tiga kategori, yaitu atlet elite, atlet menengah, dan atlet muda.

Skema ini diharapkan dapat memperkuat regenerasi atlet sekaligus menjaga kesinambungan prestasi.
“Transformasi ini harus terjadi karena harus ada regenerasi,” tegas Erick.

Sementara itu, Ketua Umum PB Percasi, Utut Adianto, menyampaikan bahwa Munas kali ini menjadi momentum penting bagi organisasi untuk melakukan regenerasi kepemimpinan sekaligus merumuskan arah baru pengembangan catur nasional.

Munas yang dihadiri oleh 33 dari 37 perwakilan provinsi ini juga membahas pentingnya digitalisasi dalam olahraga catur.

Utut menekankan bahwa ke depan, permainan catur harus semakin mudah diakses, termasuk melalui platform digital dan integrasi dengan dunia pendidikan.
“Kami ingin mendorong agar catur semakin banyak dimainkan di sekolah-sekolah, termasuk melalui pendekatan digital,” ujar Utut.

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman, yang turut hadir dalam acara tersebut, berharap kepemimpinan baru PB Percasi nantinya mampu melanjutkan program-program yang telah dirintis.

Ia juga menekankan pentingnya mencetak lebih banyak Grandmaster (GM) Indonesia yang mampu bersaing di level dunia.
“Siapapun ketua umum yang terpilih harus bisa melanjutkan program yang sudah berjalan dan membawa Percasi melahirkan GM-GM baru berprestasi dunia,” kata Marciano.

Dengan dukungan pemerintah, PB Percasi kini dihadapkan pada tantangan sekaligus peluang besar untuk membangun ekosistem catur berbasis industri.

Pengembangan turnamen berskala internasional, pemanfaatan teknologi digital, serta integrasi dengan sektor pariwisata menjadi langkah strategis yang dapat ditempuh.

Jika berjalan optimal, langkah ini tidak hanya akan meningkatkan prestasi atlet, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru, mulai dari penyelenggaraan event, sponsorship, hingga pengembangan talenta muda di seluruh Indonesia.
Transformasi catur sebagai bagian dari industri olahraga nasional pun diharapkan mampu menjadikan Indonesia sebagai salah satu kekuatan baru dalam dunia percaturan internasional.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *