Kemnaker Buka Pendaftaran Magang Jepang dan Pelatihan Kaigo, Perluas Peluang Kerja Global Bagi Tenaga Kerja Indonesia

Berita48 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali membuka pendaftaran Program Pemagangan ke Jepang dan Pelatihan Kaigo (perawatan lansia) melalui platform Skillhub dalam ekosistem SIAPkerja.

Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia Indonesia sekaligus membuka akses yang lebih luas terhadap peluang kerja di pasar internasional, khususnya di Jepang.

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah, mengatakan bahwa kedua program tersebut dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan teknis, kemampuan bahasa Jepang, serta pengalaman kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri dan standar ketenagakerjaan di negara tujuan.

Menurutnya, tingginya kebutuhan tenaga kerja di Jepang harus dimanfaatkan secara optimal oleh tenaga kerja Indonesia. Namun, peluang tersebut hanya dapat diraih apabila calon pekerja memiliki kompetensi yang memadai dan mampu beradaptasi dengan budaya kerja internasional.

“Kesempatan kerja global harus diimbangi dengan kesiapan kompetensi yang memadai. Karena itu, Kemnaker terus memperkuat pelatihan vokasi dan pemagangan agar tenaga kerja Indonesia mampu bersaing dan beradaptasi di lingkungan kerja internasional, termasuk di Jepang,” ujar Darmawansyah dalam keterangannya di Jakarta, pada (14/6/2026).

Melalui Program Pemagangan Jepang, peserta akan mendapatkan berbagai pembekalan sebelum diberangkatkan ke Jepang.
Pembekalan tersebut meliputi pelatihan pra-keberangkatan, pembelajaran bahasa Jepang, penguatan disiplin kerja, hingga peningkatan keterampilan teknis yang disesuaikan dengan kebutuhan sektor industri di Jepang.

Setelah menyelesaikan seluruh tahapan pelatihan dan seleksi, peserta berkesempatan menjalani program magang sekaligus bekerja di berbagai perusahaan Jepang.
Pengalaman tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia, memperluas wawasan internasional, serta menjadi modal penting dalam pengembangan karier di masa depan.

Program ini juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk mempelajari teknologi, sistem kerja modern, serta budaya industri yang telah berkembang di Jepang.

Kompetensi yang diperoleh selama mengikuti program diharapkan dapat menjadi nilai tambah ketika peserta kembali ke Indonesia maupun saat melanjutkan karier di tingkat global.

Kemnaker menjelaskan bahwa proses rekrutmen Program Pemagangan Jepang dilakukan secara bertahap dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan di daerah.

Seleksi peserta dilaksanakan bekerja sama dengan dinas ketenagakerjaan tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Selain itu, proses rekrutmen juga dilakukan melalui jaringan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) serta Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Melalui pola rekrutmen yang terdesentralisasi tersebut, pemerintah berharap semakin banyak masyarakat dari berbagai daerah yang dapat mengakses program pelatihan dan pemagangan luar negeri secara merata.

Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperluas kesempatan kerja bagi generasi muda dan pencari kerja, sekaligus menyiapkan tenaga kerja Indonesia yang siap menghadapi persaingan global.

Selain program pemagangan, Kemnaker juga membuka Pelatihan Kaigo, yaitu program pelatihan yang difokuskan pada bidang perawatan lansia yang saat ini menjadi salah satu sektor dengan kebutuhan tenaga kerja terbesar di Jepang.

Dalam program tersebut, peserta akan mengikuti pelatihan selama enam bulan yang mencakup pembelajaran bahasa Jepang, pemahaman budaya kerja, serta kompetensi teknis sebagai caregiver atau tenaga perawatan lansia sesuai standar pelayanan kesehatan Jepang.

Darmawansyah menjelaskan bahwa meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia di Jepang telah mendorong tingginya permintaan tenaga kerja di sektor perawatan. Kondisi tersebut menjadi peluang besar bagi tenaga kerja Indonesia yang memiliki keterampilan dan sertifikasi yang sesuai.

“Bidang Kaigo menawarkan prospek yang menjanjikan seiring meningkatnya kebutuhan tenaga perawatan lansia di Jepang. Kami ingin menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan mampu bersaing pada sektor tersebut,” katanya.

Selain memberikan peluang kerja yang luas, sektor Kaigo juga dinilai memiliki prospek jangka panjang karena kebutuhan layanan perawatan lansia di Jepang diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa dekade mendatang.

Dalam kesempatan tersebut, Kemnaker juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap berbagai tawaran kerja ke luar negeri yang tidak jelas legalitas dan sumber informasinya.

Calon peserta diminta memastikan seluruh informasi terkait Program Pemagangan Jepang maupun Pelatihan Kaigo diperoleh melalui kanal resmi pemerintah.

Menurut Darmawansyah, seluruh proses pendaftaran, seleksi, hingga penempatan peserta dilakukan melalui mekanisme resmi yang transparan dan telah ditetapkan oleh pemerintah.

“Seluruh tahapan rekrutmen dan seleksi dilaksanakan melalui mekanisme yang telah ditetapkan. Masyarakat diharapkan memperoleh informasi dari sumber resmi dan tidak mudah tergiur oleh tawaran yang menjanjikan keberangkatan cepat tanpa prosedur yang jelas,” tegasnya.

Melalui Program Pemagangan Jepang dan Pelatihan Kaigo, Kemnaker berharap semakin banyak tenaga kerja Indonesia yang memiliki kompetensi global, memperoleh pengalaman kerja internasional, serta mampu meningkatkan kesejahteraan diri dan keluarga melalui peluang kerja yang legal, aman, dan berkualitas di luar negeri.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *