Korban KDRT di Tambora, Orang Tua Korban Meminta Polisi Menangkap Pelaku

Berita92 Dilihat

DetikSR.id Jakarta – Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) kerap terjadi, dan kali ini menimpa salah satu keluarga yang bertempat tinggal di jalan Laksa, Jembatan 5, Tambora, Jakarta Barat.

Korban KDRT (S) yang diwakili orang tuanya Bun Sian Ti menceritakan kejadian terjadi pada tanggal 09 September 2026 dimana pada saat cekcok mulut antara si korban dengan suaminya korban langsung di Jambak serta dipukuli hingga mengalami memar di sebagian tubuhnya, serta lebam di wajah dan luka didalam mulut. “Keesokannya saya langsung lapor ke polda metro jaya sekaligus mendampingi ” ujarnya pada Senin (28/9) di sekitar RS Atmajaya Jakarta Utara.

Lebih lanjut di katakan, korban sampai saat ini masih di rawat di RS Atmajaya Pluit Jakarta Utara setelah mendapatkan perawatan medis langsung mendatangi UPTD PPA (Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak DKI Jakarta) untuk melaporkan Trauma Psicys dan meminta pendampingan hukum serta Psikologi.

“Langkah UPTD PPA sangat penting untuk memastikan mendapatkan Visum lanjutan, Pendampingan Psikolog dan Perlindungan serta Rumah aman jika diperlukan,” tambahnya.

Bun juga berharap pelaku segera di tahan sesuai hukum yang berlaku sebagai pertanggung jawaban atas perbuatannya. “Pelaku itu sering melakukan KDRT tapi di maaf kan, sekarang habis kesabaran orang tua untuk memaafkan. Siapa yang tega melihat anaknya di aniaya seperti ini,” tukasnya dengan mata berkaca kaca.

Dia pun meminta pada pihak Polda metro jaya agar pelaku segera ditangkap dan ditahan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Sebelumnya, Direktur PPA PPO Polda Metro Jaya Kombes Pol Rita Wulandari menegaskan bahwa kasus penganiayaan yang di lakukan oleh pelaku terhadap korban yang juga merupakan istri pelaku akan ditindak lanjuti oleh penyidik saat ini, penyidik sedang menangani kasus ini sejak 17/9/2026. “Kasus ini sedang dalam penanganan penyidik dan akan segera diproses,” tukasnya.

Sedangkan menurut keluarga korban penanganan kasus ini terkesan lamban, Keluarga korban berharap agar pelaku di tangkap. “Penanganannya sepertinya lamban, tapi kami (keluarga) mempercayai pada penyidik bahwa pelaku akan segera di tangkap,” tutup Bun.(*/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *