Mendiktisaintek Brian Yuliarto: Tekankan Pentingnya Ekosistem Pendidikan Nasional Yang Utuh dan Berkelanjutan

Nasional32 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan pentingnya membangun sistem pendidikan nasional secara utuh dan berkelanjutan agar ilmu pengetahuan dapat berkembang menjadi inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Brian saat menjadi pembina upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional yang digelar di Halaman Gedung A Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Senayan, Jakarta, pada (2/5/2026).

Dalam amanatnya, Brian menekankan bahwa pendidikan tidak dapat dibangun secara parsial, melainkan harus terintegrasi dari berbagai lini kehidupan.
“Pendidikan nasional harus kita bangun sebagai satu ekosistem yang utuh dan berkelanjutan, dari rumah, sekolah, hingga perguruan tinggi, dari pembelajaran menuju riset, dari pengetahuan menuju inovasi,” ujarnya.

Menurutnya, dinamika global yang bergerak cepat akibat kemajuan teknologi menuntut sistem pendidikan untuk beradaptasi dan terus berinovasi. Oleh karena itu, pendekatan pembelajaran juga harus berubah, tidak lagi sekadar menekankan hafalan, tetapi lebih pada pemahaman mendalam.

Brian menjelaskan bahwa pemerintah melalui Kemendikdasmen telah mendorong penerapan metode pembelajaran mendalam (deep learning).

Pendekatan ini diharapkan mampu membentuk peserta didik yang tidak hanya memahami materi, tetapi juga mampu menalar, merasakan, serta mengaplikasikan ilmu dalam kehidupan nyata.

Upaya tersebut diperkuat melalui berbagai program strategis, seperti Pembangunan dan Revitalisasi Satuan Pendidikan serta Digitalisasi Pembelajaran.

Salah satu implementasinya adalah penggunaan Papan Interaktif Digital (PID) di sekolah-sekolah sebagai bagian dari program prioritas nasional.
Selain fokus pada peserta didik, pemerintah juga memberikan perhatian besar terhadap peningkatan kualitas tenaga pendidik.

Hal ini dilakukan melalui Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), pelatihan pembelajaran mendalam, penguatan kompetensi di bidang koding dan kecerdasan artifisial, serta peningkatan kesejahteraan melalui sertifikasi dan insentif.

Brian menambahkan, penguatan peran pendidik tidak berhenti di tingkat sekolah, tetapi juga berlanjut di perguruan tinggi.

Dosen dan peneliti diharapkan menjadi motor penggerak dalam membangun ekosistem akademik yang kuat dan relevan dengan kebutuhan masa depan.
“Fondasi yang kuat harus dilanjutkan menjadi kekuatan yang menjawab tantangan masa depan. Di sinilah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi berperan sebagai akselerator kemajuan bangsa,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Brian mengajak seluruh kementerian, lembaga, serta elemen masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun pendidikan nasional yang inklusif, relevan, dan berdampak luas.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan transformasi pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan kerja bersama seluruh elemen bangsa demi menciptakan generasi unggul Indonesia di masa depan.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *