Menhan China Dong Jun Nilai Kemiripan Budaya Indonesia dan Tiongkok, Dorong Penguatan Kerja Sama Pertahanan

Berita97 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Menteri Pertahanan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Dong Jun menilai terdapat kemiripan antara kebudayaan Indonesia dan Tiongkok.

Pandangan tersebut disampaikannya kepada Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin saat melakukan kunjungan ke Indonesia.
Kesan tersebut muncul ketika Dong Jun bersama Sjafrie mengunjungi kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Badung, Bali, pada 20 Agustus 2026.

Kunjungan itu menjadi salah satu rangkaian agenda Dong Jun setibanya di Indonesia.
Sjafrie mengatakan, Dong Jun terkesan setelah melihat secara langsung kebudayaan dan warisan seni yang ditampilkan di kawasan GWK.

“Sejak kemarin, saya jemput di Bali, beliau (Dong Jun) sempat hadir di Bali melihat Garuda Wisnu Kencana. Dan di situ beliau berkesan dan terkesan bahwa rupanya kebudayaan Indonesia mirip dengan kebudayaan yang ada di Tiongkok,” kata Sjafrie dalam joint statement bilateral bersama Dong Jun di Kementerian Pertahanan, Jakarta, pada (21/8/2026).

Menurut Sjafrie, kesamaan atau kemiripan budaya tersebut menjadi salah satu modal penting dalam mempererat hubungan persahabatan antara Indonesia dan Tiongkok.

Hubungan kedua negara tidak hanya dibangun melalui kepentingan strategis, tetapi juga melalui kedekatan masyarakat dan pemahaman terhadap kebudayaan masing-masing.

Ia menilai hubungan yang semakin erat tersebut turut memberikan ruang bagi Indonesia dan Tiongkok untuk memperkuat kerja sama di berbagai bidang, termasuk sektor pertahanan dan keamanan.

Sementara itu, Dong Jun mengaku senang dapat kembali berkunjung ke Indonesia. Ia juga menyampaikan kegembiraannya karena dapat bertemu kembali dengan Sjafrie Sjamsoeddin untuk membahas perkembangan hubungan dan kerja sama pertahanan kedua negara.

Menurut Dong Jun, hubungan Indonesia dan Tiongkok kini memasuki momentum baru di bawah kepemimpinan Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden RI Prabowo Subianto.

“Tiongkok dan Indonesia sebagai komunitas senasib sepenanggungan, memiliki kepentingan bersama dalam menjaga keamanan dan pembangunan. Kita memikul tanggung jawab bersama, dan tepat saatnya untuk mempererat kerja sama pertahanan,” ujar Dong Jun.

Ia mengatakan kedua negara akan terus bergandengan tangan dalam mempercepat pembangunan dan modernisasi pertahanan masing-masing.

Menurutnya, kerja sama pertahanan Indonesia dan Tiongkok telah berkembang secara signifikan dibandingkan periode sebelumnya, baik dari segi cakupan maupun kedalaman kerja sama.

Dong Jun menyebut kerja sama tersebut telah menghasilkan berbagai capaian di sejumlah bidang dan tingkatan. Karena itu, ia bersama Sjafrie berkomitmen untuk mempertahankan komunikasi yang erat guna menentukan arah serta langkah konkret dalam memperdalam hubungan pertahanan kedua negara.

“Boleh dikatakan, kerja sama kedua negara memiliki prospek yang luas. Kualitas dan efisiensinya terus meningkat. Kami akan bersama-sama untuk menggagalkan niat yang jahat dari kekuatan asing. Dan memberikan contoh bagi negara-negara Global Selatan untuk melakukan kerja sama model baru di bidang pertahanan,” kata Dong Jun.

Selain memperkuat kerja sama pertahanan, Indonesia dan Tiongkok juga berkomitmen untuk menjaga stabilitas kawasan. Dong Jun mengatakan kedua negara akan berupaya mencegah berbagai tindakan yang berpotensi merusak tatanan internasional serta mengganggu perdamaian dan stabilitas regional.

Ia menegaskan pentingnya koordinasi dan komunikasi antara kedua negara dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan yang berkembang.

Menurutnya, hubungan pertahanan yang semakin erat dapat menjadi salah satu instrumen untuk menjaga kepentingan bersama sekaligus mendukung pembangunan nasional kedua negara.

“Saya bersama Pak Menhan Sjafrie, kami sama yakin bahwa, kita sama yakin bahwa di bawah kepemimpinan dan arahan kepala negara, kita dapat meningkatkan hubungan kedua negara ke tingkat yang lebih tinggi,” pungkas Dong Jun.

Pertemuan antara Sjafrie dan Dong Jun tersebut menjadi bagian dari upaya Indonesia dan Tiongkok untuk terus memperkuat hubungan bilateral, khususnya di bidang pertahanan.

Kedua negara menilai komunikasi tingkat tinggi dan kerja sama yang berkelanjutan penting untuk membangun kepercayaan, menjaga stabilitas kawasan, serta mendorong hubungan Indonesia-Tiongkok ke arah yang lebih erat di masa mendatang.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *