DetikSR.id Jakarta, Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Widiyanti Putri Wardhana, menegaskan bahwa Bali tetap menjadi destinasi wisata yang aman dan kondusif bagi wisatawan domestik maupun mancanegara, meskipun adanya peringatan perjalanan (travel advisory) yang dikeluarkan oleh Kedutaan Besar Korea Selatan di Jakarta.
Pernyataan tersebut disampaikan Widiyanti sebagai respons atas imbauan pemerintah Korea Selatan kepada warganya untuk meningkatkan kewaspadaan saat berkunjung ke Bali, menyusul sejumlah insiden yang melibatkan wisatawan asing di destinasi wisata populer tersebut.
“Kami menyampaikan simpati atas sejumlah insiden yang terjadi di Bali yang melibatkan wisatawan mancanegara,” ujar Widiyanti dalam keterangan resminya pada (9/4/2026).
Sebelumnya, Kedutaan Besar Korea Selatan untuk Indonesia mengeluarkan peringatan kepada warganya terkait meningkatnya kasus kejahatan kekerasan di Bali, seperti pembunuhan, penyerangan seksual, dan pelecehan seksual yang menargetkan wisatawan asing. Dalam imbauannya, pihak kedutaan meminta warga negara Korea untuk lebih berhati-hati terhadap keselamatan pribadi selama berada di Pulau Dewata.
Menanggapi hal tersebut, Widiyanti menegaskan bahwa pemerintah Indonesia memandang serius setiap insiden yang terjadi.
Ia memastikan bahwa seluruh kasus telah dan akan ditangani secara menyeluruh sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
“Kami menegaskan bahwa kejadian tersebut tidak mencerminkan nilai keramahan dan keamanan yang selama ini menjadi kekuatan utama pariwisata Indonesia,” tegasnya.
Sebagai langkah konkret, Kementerian Pariwisata melalui Tim Krisis telah menjalin koordinasi intensif dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) guna meningkatkan pengawasan dan pengamanan di berbagai titik wisata di Bali.
Pihak kepolisian, lanjut Widiyanti, berkomitmen memperkuat berbagai aspek keamanan, antara lain dengan melakukan penilaian risiko (risk assessment) secara berkala di hotel, tempat hiburan, serta destinasi wisata yang ramai dikunjungi wisatawan.
Selain itu, aparat juga akan menindak tegas penyalahgunaan izin tinggal oleh warga negara asing guna menjaga stabilitas keamanan serta keberlangsungan ekonomi lokal.
Untuk meningkatkan respons terhadap potensi gangguan keamanan, pos keamanan terpadu juga telah ditempatkan di sejumlah kawasan yang dianggap rawan tindak kriminalitas, seperti Kuta, Seminyak, dan Canggu. Kehadiran pos ini diharapkan mampu mempercepat penanganan apabila terjadi insiden di lapangan.
Tidak hanya itu, pemerintah juga meminta pelaku industri pariwisata untuk meningkatkan sistem verifikasi tamu. Hal ini bertujuan memastikan setiap pengelola akomodasi menjalankan prosedur pelaporan data warga negara asing secara tertib, akurat, dan terintegrasi.
Dalam upaya penertiban lainnya, pengawasan terhadap penyewaan kendaraan bermotor bagi wisatawan asing juga akan diperketat. Langkah ini diambil untuk menekan pelanggaran lalu lintas serta memastikan hanya wisatawan yang memiliki izin resmi yang dapat menggunakan kendaraan di Bali.
Widiyanti menambahkan, kolaborasi dengan komunitas lokal, termasuk Banjar di Bali, terus diperkuat guna menciptakan sistem keamanan destinasi yang lebih komprehensif dan berbasis masyarakat.
“Kami terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan bahwa destinasi wisata di Indonesia tetap aman dan kondusif bagi wisatawan domestik maupun mancanegara,” jelasnya.
Ia juga menegaskan kembali komitmen pemerintah dalam menjaga citra Bali sebagai destinasi wisata kelas dunia yang aman, nyaman, dan ramah bagi semua wisatawan.
“Pemerintah Indonesia tetap berkomitmen untuk menjaga Bali sebagai destinasi wisata yang aman, nyaman, dan berkelas dunia,” sambung Widiyanti.
Di akhir pernyataannya, ia mengimbau para wisatawan untuk tetap waspada selama berlibur, mengikuti arahan otoritas setempat, serta segera menghubungi layanan darurat atau Polisi Pariwisata jika membutuhkan bantuan.
“Indonesia akan terus menyambut wisatawan dari seluruh dunia, termasuk dari Republik Korea, untuk menikmati keindahan dan keramahtamahan pariwisata Indonesia,” pungkasnya.
Ervinna












