Menpora Erick Thohir Dorong Penguatan Pembinaan Pencak Silat, Bidik Panggung Dunia Hingga Olimpiade

Berita148 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mendorong peningkatan kualitas pembinaan pencak silat di Indonesia sebagai langkah strategis untuk memperkuat prestasi sekaligus membawa seni bela diri asli Indonesia tersebut semakin dikenal dan diterima di tingkat dunia.

Menurut Erick, upaya menjadikan pencak silat sebagai salah satu cabang olahraga yang memiliki pengaruh global harus dimulai dari pembenahan dan penguatan sistem pembinaan di dalam negeri.

Fondasi pembinaan yang kuat dinilai menjadi kunci untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di berbagai kejuaraan internasional.

“Upaya membawa pencak silat mendunia harus diawali dengan peningkatan kualitas pembinaan di dalam negeri,” kata Erick Thohir dalam keterangannya pada (5/9/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Erick dalam acara pengukuhan dan pelantikan Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) masa bakti 2026–2030, Sugiono, beserta jajaran pengurus di Jakarta, pada (5/9/2026).

Erick menilai keberadaan sistem pembinaan yang terstruktur dan berkesinambungan sangat penting untuk memastikan proses regenerasi atlet maupun pelatih dapat berjalan secara konsisten.

Pembinaan tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi dalam jangka pendek, tetapi juga harus mampu membangun ekosistem pencak silat yang kuat dari tingkat daerah hingga nasional.

Karena itu, dukungan terhadap program-program PB IPSI serta pengurus IPSI di berbagai daerah perlu diperkuat. Sinergi antara pemerintah, organisasi olahraga, pelatih, atlet, sekolah, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan jalur pembinaan yang berkelanjutan.

Selain memperkuat prestasi, Erick juga menyoroti ambisi jangka panjang agar pencak silat dapat menembus panggung olahraga terbesar dunia, yakni Olimpiade.

Menurut dia, pencak silat memiliki potensi besar untuk menjadi olahraga bela diri yang semakin dikenal secara internasional, sebagaimana sejumlah cabang bela diri yang telah lebih dahulu berkembang dan dipertandingkan di berbagai ajang olahraga dunia.

“Kalau Jepang punya karate dan judo, Korea punya taekwondo, kenapa Indonesia tidak punya?” ujarnya.

Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, Erick menilai proses pengenalan pencak silat harus dilakukan secara lebih masif dan sistematis, termasuk melalui lingkungan pendidikan.

Sekolah dinilai dapat menjadi salah satu pintu utama dalam memperkenalkan pencak silat kepada generasi muda sekaligus menjaring potensi atlet sejak usia dini. Program pembinaan di sekolah diharapkan mampu menjadi fondasi bagi lahirnya generasi baru pesilat Indonesia yang memiliki kemampuan teknis, mental bertanding, disiplin, dan wawasan kompetisi internasional.

Di sisi lain, pengembangan pencak silat tidak semata-mata berbicara mengenai prestasi olahraga. Sebagai seni bela diri yang tumbuh dan berkembang di Indonesia, pencak silat juga memiliki nilai budaya yang perlu dijaga sekaligus diperkenalkan kepada masyarakat dunia.

Sementara itu, Ketua Umum PB IPSI masa bakti 2026–2030 Sugiono mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk bersama-sama memperkuat pencak silat Indonesia.

Sugiono menegaskan bahwa pengurus baru PB IPSI memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan sekaligus mengembangkan proses pembinaan yang telah berjalan selama ini. Sinergi antara pemerintah, organisasi olahraga, perguruan pencak silat, atlet, pelatih, dunia pendidikan, dan masyarakat menjadi modal penting untuk mencapai target tersebut.

Sugiono yang juga menjabat sebagai Menteri Luar Negeri RI mengatakan dirinya berkomitmen untuk membesarkan pencak silat sebagai salah satu warisan budaya bangsa yang telah hidup dan berkembang di tengah masyarakat.

Menurut Sugiono, kepengurusan PB IPSI periode 2026–2030 tidak berdiri sendiri, melainkan meneruskan proses panjang pembinaan pencak silat yang telah dilakukan oleh kepengurusan sebelumnya.

Ia juga menyinggung peran Presiden terpilih Prabowo Subianto yang selama ini memberikan perhatian terhadap perkembangan pencak silat.

“Bapak Presiden Prabowo selama ini membina pencak silat dengan satu pemikiran dasar, bahwa pencak silat sebagai olahraga bela diri yang tumbuh, lahir, berkembang, dan bagian dari budaya bangsa harus dikembangkan,” kata Sugiono.

Ke depan, PB IPSI diharapkan mampu memperkuat pembinaan dari tingkat akar rumput, meningkatkan kualitas kompetisi nasional, memperbanyak kesempatan bertanding bagi atlet, serta memperkuat diplomasi olahraga agar pencak silat semakin dikenal di berbagai negara.

Dengan pembinaan yang terarah dan dukungan seluruh pemangku kepentingan, pencak silat diharapkan tidak hanya terus menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia, tetapi juga mampu berkembang menjadi cabang olahraga yang memiliki daya saing dan posisi kuat di panggung olahraga internasional.

Cita-cita menjadikan pencak silat mendunia pun membutuhkan proses panjang, konsistensi pembinaan, serta kerja bersama. Namun, dengan fondasi yang kuat di dalam negeri dan strategi pengembangan yang berkelanjutan, peluang untuk membawa pencak silat menuju panggung olahraga dunia semakin terbuka.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *