Menpora Erick Thohir: P3SON Hambalang Akan Dioptimalkan Jadi Pusat Pelatihan Nasional Dispora se-Indonesia

Berita137 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menegaskan bahwa fasilitas Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, akan dioptimalkan sebagai pusat pelatihan bagi dinas pemuda dan olahraga (Dispora) dari seluruh pemerintah daerah di Indonesia.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya menghidupkan kembali aset negara yang selama bertahun-tahun terbengkalai sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan olahraga dan kepemudaan di daerah.

Pernyataan tersebut disampaikan Erick Thohir dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Jakarta, pada (2/6/2026), saat menjawab pertanyaan anggota dewan mengenai keberlanjutan pemanfaatan kompleks P3SON Hambalang yang selama ini menjadi sorotan publik karena belum dimanfaatkan secara optimal.

“Nanti fasilitas P3SON Hambalang akan menjadi aset yang digunakan sebagai pusat pelatihan bagi Dispora dari seluruh Indonesia,” ujar Erick.

Menurut Menpora, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) telah melakukan koordinasi dan pembahasan intensif dengan sejumlah lembaga terkait, termasuk Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Kejaksaan, dan Kementerian Keuangan, guna memastikan pemanfaatan kembali kawasan Hambalang dapat berjalan sesuai ketentuan hukum, tata kelola aset negara, serta mempertimbangkan aspek keselamatan dan keberlanjutan lingkungan.

Erick menjelaskan bahwa revitalisasi dan pemanfaatan kawasan tersebut akan dilakukan secara selektif. Tidak seluruh bangunan yang ada akan digunakan kembali karena pemerintah juga mempertimbangkan kondisi geografis dan kontur tanah di kawasan Hambalang.

“Cuma mungkin jumlah gedung yang dimanfaatkan akan dikurangi agar tetap menjaga kontur tanah yang sudah ada di sana,” katanya.

Pemanfaatan P3SON Hambalang nantinya tidak hanya ditujukan untuk kegiatan olahraga semata, tetapi juga menjadi pusat peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kepemudaan dan olahraga.

Fasilitas tersebut akan digunakan untuk berbagai program pelatihan, pendidikan, workshop, hingga pengembangan kompetensi aparatur Dispora dari tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Dengan adanya pusat pelatihan nasional tersebut, pemerintah berharap tercipta standar pembinaan olahraga yang lebih merata di seluruh daerah serta memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam membangun ekosistem olahraga nasional.

Menpora menegaskan bahwa pemerintah berupaya menghindari tumpang tindih fungsi antar-fasilitas olahraga yang dimiliki negara. Karena itu, setiap aset akan diberikan peran dan fungsi yang berbeda sesuai kebutuhan pengembangan olahraga nasional.

Selain P3SON Hambalang, Kemenpora juga menyiapkan Cibubur Youth Elite Sports Center (CYESC) di Jakarta Timur sebagai pusat pengembangan sport science, rehabilitasi, dan pemulihan kondisi atlet setelah menjalani latihan maupun pertandingan.

Sementara itu, pemerintah juga tengah merancang pembangunan fasilitas baru di wilayah Bogor yang akan difungsikan sebagai akademi olahraga nasional sekaligus pusat pemusatan latihan nasional bagi atlet-atlet potensial Indonesia.

Menurut Erick, pembagian fungsi tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menciptakan sistem pembinaan olahraga yang lebih terintegrasi, modern, dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, Menpora mengakui bahwa pengelolaan berbagai aset olahraga milik negara merupakan tantangan tersendiri. Banyaknya fasilitas yang dimiliki pemerintah tidak boleh hanya menjadi simbol kemegahan, tetapi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia olahraga nasional.

Ia menegaskan bahwa Kemenpora berkomitmen memastikan seluruh aset yang telah dibangun dengan anggaran negara dapat dimanfaatkan secara optimal dan tidak kembali menjadi proyek mangkrak.
“Jangan sampai kita bicara aset mangkrak, ternyata di kami juga banyak aset mangkrak. Nah, ini yang kami hindari,” tegas Erick.

Melalui optimalisasi P3SON Hambalang dan penguatan fungsi berbagai pusat olahraga nasional lainnya, pemerintah berharap dapat meningkatkan kualitas pembinaan atlet, memperkuat kapasitas kelembagaan olahraga daerah, serta menciptakan sistem pengelolaan aset negara yang lebih efektif dan berkelanjutan demi kemajuan olahraga Indonesia.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *