Mentan Amran Gandeng Perguruan Tinggi Indonesia Timur Perkuat Riset Pertanian Menuju Swasembada Pangan

Berita42 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengumpulkan para rektor dan pimpinan perguruan tinggi dari kawasan Indonesia Timur untuk memperkuat sinergi dalam pengembangan riset, inovasi, dan teknologi pertanian sebagai upaya mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional yang berkelanjutan.

Dalam audiensi yang berlangsung di Jakarta, pada (28/6/2026), Mentan Amran memaparkan perkembangan terkini sektor pertanian nasional, mulai dari peningkatan produksi pangan, penguatan cadangan pangan pemerintah, hingga berbagai program strategis yang tengah dijalankan Kementerian Pertanian guna memastikan ketahanan pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim dan dinamika global.

Menurut Amran, keterlibatan perguruan tinggi menjadi faktor penting dalam mendukung transformasi pertanian Indonesia melalui pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, serta penerapan teknologi yang mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.

“Pertemuan ini menjadi langkah memperkuat sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam menghasilkan inovasi dan teknologi pertanian guna mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional,” kata Amran.

Ia menegaskan, Kementerian Pertanian membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan perguruan tinggi, baik dalam bidang penelitian, pengembangan teknologi, hilirisasi inovasi, hingga penerapan hasil riset secara langsung di lapangan agar mampu memberikan manfaat nyata bagi petani dan masyarakat.

Selain itu, pemerintah juga mendorong kampus menjadi pusat lahirnya teknologi pertanian modern yang mampu menjawab berbagai tantangan, seperti perubahan iklim, efisiensi penggunaan lahan, peningkatan produktivitas, hingga penguatan sistem pangan nasional.

Rektor Universitas Tadulako, Amar, mengapresiasi komitmen Mentan Amran yang melibatkan perguruan tinggi sebagai mitra strategis dalam mempercepat pembangunan pertanian nasional.

Menurutnya, pertemuan tersebut memberikan gambaran yang komprehensif mengenai kondisi sektor pertanian Indonesia melalui penyampaian data dan capaian pembangunan pertanian yang telah diraih pemerintah.

Ia menilai pembahasan tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi pangan, tetapi juga memperkuat kerja sama antara Kementerian Pertanian dan perguruan tinggi dalam menghasilkan inovasi, riset, dan teknologi yang mampu mendukung percepatan swasembada pangan.

“Pak Menteri memberi supporting bukan hanya kerja sama, tetapi juga pendanaan untuk penelitian dan pengembangan swasembada pangan ke depan,” ujarnya.

Amar menambahkan, dukungan tersebut menjadi motivasi baru bagi perguruan tinggi untuk semakin memperkuat penelitian, pengembangan, dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam bidang ketahanan dan kemandirian pangan nasional.

Hal senada disampaikan Wakil Rektor I Bidang Akademik Institut Teknologi Bacharuddin Jusuf Habibie, Andi Ilham Latunra.

Ia mengatakan pertemuan tersebut memberikan semangat baru bagi perguruan tinggi untuk mengambil peran lebih besar dalam pembangunan pertanian berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Betul-betul memberikan inovasi dan memberikan kami semangat untuk membangun Indonesia Timur dan keseluruhan Indonesia melalui sektor pertanian,” katanya.

Menurutnya, tantangan sektor pertanian di masa depan hanya dapat dijawab melalui kolaborasi erat antara pemerintah, akademisi, peneliti, dan para ahli dalam menghasilkan teknologi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Justru inilah yang luar biasa dari seorang pemimpin visioner, melibatkan para ahli dan para pemikir untuk memikirkan teknologi yang akan digunakan pada masa depan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti dampak perubahan iklim yang telah mengubah pola pertanian dan kehidupan masyarakat, sehingga diperlukan solusi berbasis inovasi melalui kerja sama seluruh pemangku kepentingan.

Karena itu, Institut Teknologi Bacharuddin Jusuf Habibie menyatakan siap berada di garis terdepan dalam mendukung agenda swasembada pangan nasional melalui penguatan sumber daya manusia, riset, dan pengembangan teknologi pertanian.

Sementara itu, Wakil Rektor II Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum Universitas Halu Oleo, Ida Usman, mengaku memperoleh banyak inspirasi dari pemaparan Mentan Amran mengenai besarnya potensi sektor pertanian Indonesia.

“Dari presentasi Pak Menteri, muncul ide-ide apa yang harus kami laksanakan di Sulawesi Tenggara. Itu sangat penting untuk mendukung pembangunan pertanian di daerah,” katanya.

Menurut Ida, kerja sama antara perguruan tinggi dan Kementerian Pertanian diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi yang dapat diterapkan sesuai karakteristik wilayah masing-masing, sehingga pembangunan pertanian di daerah menjadi lebih efektif dan berkelanjutan.

Kolaborasi Kementerian Pertanian dengan perguruan tinggi tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong kampus mengambil peran lebih besar dalam membangun kemandirian bangsa melalui penguasaan ilmu pengetahuan, riset, inovasi, dan teknologi.

Dalam pembukaan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026, Presiden Prabowo menegaskan bahwa perguruan tinggi harus menjadi pusat lahirnya berbagai solusi strategis bagi kemajuan Indonesia, termasuk dalam mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan sebagai fondasi pembangunan nasional.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *