Nanik S Deyang Mundur Dari Kepala BGN, Pamit Kepada Presiden Prabowo Untuk Jalani Pengobatan Jantung

Berita193 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Nanik S Deyang mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).

Keputusan tersebut diambil karena Nanik harus menjalani pengobatan terkait kondisi kesehatan jantungnya.
Sebelum mengundurkan diri, Nanik telah berpamitan secara langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.

Kabar tersebut disampaikan Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analis Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada (22/7/2026).

“Hari ini, 22 Juli 2026, Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung. Beliau juga mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional,” kata Dirgayuza dalam unggahannya.

Menurut Dirgayuza, Presiden Prabowo meminta Nanik tetap memberikan perhatian dan mengawasi pelaksanaan program-program BGN meskipun tidak lagi menjalankan tugasnya secara langsung dari kantor.

“Presiden meminta Bu Nanik tetap mengawasi BGN. Bu Nanik sendiri bergurau, ia tidak sabar untuk kembali bisa ‘mencereweti’ dan ‘menjewer’ jika ada yang menyimpang,” ujar Dirgayuza.

Ia mengatakan, Nanik selama ini dikenal memiliki perhatian besar terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Bahkan, di tengah kondisi kesehatannya, Nanik disebut masih memikirkan keberlangsungan program tersebut dan berbagai persoalan yang harus segera dibenahi.

“Begitulah Bu Nanik. Bahkan ketika sedang sakit, yang dipikirkannya tetap pekerjaan, Presiden, rakyat, dan anak-anak Indonesia,” sambung Dirgayuza.

Dirgayuza juga menyampaikan bahwa Nanik untuk sementara waktu akan menepi untuk menjalani pengobatan.

Namun, ia berharap Nanik dapat segera pulih dan kembali memberikan kontribusi dalam mengawal pelaksanaan program MBG.

“Selamat berobat, Bu Nanik. Indonesia masih membutuhkan langkah Ibu. Anak-anak Indonesia masih menunggu Ibu kembali—sehat, kuat, kritis dan cerewet seperti biasa,” tutup Dirgayuza.

Pengunduran diri Nanik S Deyang menjadi perhatian karena BGN merupakan lembaga yang memiliki peran strategis dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis, salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Meski telah mengundurkan diri karena alasan kesehatan, Nanik diharapkan tetap memberikan pengawasan dari jarak jauh terhadap pelaksanaan program tersebut.

Pesan Presiden Prabowo agar Nanik tetap mengawasi BGN juga menunjukkan bahwa pengalaman dan perhatian Nanik terhadap program pemenuhan gizi bagi masyarakat, khususnya anak-anak Indonesia, masih dianggap penting.

Untuk sementara, Nanik akan fokus menjalani pengobatan jantung dan memulihkan kondisi kesehatannya. Pihak pemerintah belum menyampaikan secara rinci mengenai siapa yang akan menggantikan Nanik sebagai Kepala BGN setelah pengunduran dirinya.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *