DetikSR.id Bogor – Aliansi Masyarakat Bogor Selatan (AMBS) saat ini tengah berupaya memfasilitasi kepulangan Mery Adawiyah, seorang warga Bogor Selatan. Hal ini disampaikan oleh orang tua Mery saat diwawancarai dalam acara talkshow yang diadakan di studio AMBS, Jl. Raya Puncak Mega Mendung, Bogor, Jawa Barat, pada Jumat, 9 Januari 2026.
Menurut pengakuan orang tua Mery, putri mereka menikah dengan seorang warga negara asing yang identitasnya tidak diketahui dan tanpa sepengetahuan mereka. Oleh karena itu, mereka meminta bantuan dari praktisi hukum Dian Ahyar, Ketua AMBS Muksin, serta penggiat HAM OPI untuk memfasilitasi kepulangan Mery Adawiyah.
Penggiat HAM, OPI, menyatakan bahwa kasus yang ditangani oleh Dian Ahyar terkait jaringan perdagangan manusia ini membutuhkan proses yang panjang dan melelahkan. Di sisi lain, kasus ini menjadi pelajaran untuk masyarakat dari tingkat bawah dan memberikan pelajaran bahwa pernikahan Mery Adawiyah tanpa restu orang tua memiliki konsekuensi yang signifikan.

Sementara Ketua AMBS Muksin menyampaikan, orang tua Mery Adawiyah memohon kepada praktisi hukum dan AMBS untuk memfasilitasi kepulangan putrinya dari Tiongkok ke Indonesia.
Muksin juga mendesak pemerintah untuk mengupayakan pemulangan warga negara Indonesia (WNI) asal Bogor Selatan ini. Ini adalah harapan terbesar ibu Mery agar putrinya dapat kembali bersatu dengan keluarga di Indonesia.
Muksin menambahkan bahwa Aliansi Masyarakat Bogor Selatan (AMBS) adalah wadah aspirasi bagi warga Bogor Selatan, khususnya di kabupaten dan kota, serta warga Jawa Barat pada umumnya, bahkan seluruh Indonesia.
Lebih lanjut, Muksin menekankan agar pemerintah tidak lalai dalam kasus ini, terutama jika ada indikasi keterlibatan dalam pemberangkatan korban. Ia juga menambahkan agar pemerintah tidak menutup mata atau bersikap seolah-olah tidak tahu apa-apa.(Siti Maryam)












