DetikSR.id Jakarta, Pemerintah terus memperkuat upaya menjaga stabilitas harga pangan nasional dengan mendorong optimalisasi jaringan Warung Pangan yang kini telah memiliki lebih dari 28 ribu mitra di berbagai daerah.
Penguatan jaringan tersebut diharapkan menjadi instrumen utama dalam menekan gejolak harga, terutama di pasar tradisional.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, mengatakan pemerintah menaruh perhatian besar terhadap pengembangan Warung Pangan sebagai bagian dari strategi memperkuat distribusi pangan sekaligus menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat.
Menurut Hanif, pemanfaatan jaringan Warung Pangan merupakan solusi yang lebih efektif dibandingkan pelaksanaan operasi pasar secara berkala, karena memanfaatkan infrastruktur perdagangan yang sudah tersedia di berbagai wilayah.
“Keberadaan warung-warung ini justru menjadi instrumen yang paling penting bagi kita untuk kemudian menjaga harga,” ujar Hanif
saat peluncuran Warung Pangan ID FOOD di Pasar Tebet Timur, Jakarta, pada (20/7/2026).
Ia menjelaskan, apabila jaringan pasar yang telah ada dapat dimanfaatkan secara optimal, pemerintah tidak perlu lagi menggelar operasi pasar dalam skala besar melalui pasar murah yang bersifat sementara.
Hanif menilai, selama ini masih banyak pedagang di pasar tradisional yang kesulitan memperoleh akses langsung terhadap produsen maupun distributor besar. Kondisi tersebut menyebabkan rantai distribusi menjadi panjang sehingga harga pangan di tingkat konsumen menjadi lebih tinggi.
Karena itu, pemerintah mendorong ID FOOD sebagai BUMN holding pangan untuk terus memperluas jaringan Warung Pangan agar mampu menjaga stabilitas harga berbagai komoditas, termasuk komoditas strategis yang berkontribusi terhadap inflasi pangan.
“Warung Pangan ini kami harapkan terus berkembang dan tidak hanya pada barang-barang yang menjadi subsidi pemerintah, tetapi juga barang-barang yang kemudian menyebabkan inflasi. Ini harus mampu ditangani ID FOOD,” kata Hanif.
Sementara itu, Direktur Utama ID FOOD, Ghimoyo, mengatakan penguatan jaringan Warung Pangan merupakan bagian dari mandat perseroan dalam menjaga stabilisasi harga pangan nasional melalui perdagangan aneka komoditas pangan.
“ID FOOD akan mengamankan stabilisasi harga di luar barang-barang subsidi,” ujarnya.
Menurut Ghimoyo, ID FOOD akan memperkuat kemitraan dengan warung-warung pangan di pasar tradisional agar pasokan komoditas dapat disalurkan dengan harga yang kompetitif. Melalui skema tersebut, mitra Warung Pangan akan memperoleh harga pasokan tertentu dengan komitmen menjual produk kepada masyarakat sesuai ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET).
Ia berharap penguatan kemitraan tersebut tidak hanya menjaga ketersediaan pasokan pangan, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui harga yang lebih stabil dan terjangkau.
Warung Pangan sendiri merupakan aplikasi seluler yang dikembangkan oleh PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) bersama BUMN Klaster Pangan dan sejumlah jaringan pemasok.
Melalui aplikasi yang tersedia di Play Store dan App Store itu, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dapat melakukan transaksi jual beli berbagai komoditas pangan secara lebih mudah.
Hingga saat ini, layanan Warung Pangan telah menjangkau 108 kota di Indonesia dengan 28.438 mitra dan menyediakan 425 jenis produk pangan, menjadikannya salah satu jaringan distribusi pangan digital terbesar yang diharapkan mampu mendukung stabilitas pasokan dan harga pangan nasional.
Ervinna






