Perkuat Komunikasi Publik, PHI dan SKK Migas Jalin Sinergi Strategis dengan Media untuk Ketahanan Energi Nasional

Berita91 Dilihat

DetikSR.id Jakarta Sabtu.4-Juli-2026 – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) terus memperkuat kemitraan dengan insan media sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan industri hulu migas sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Media Luncheon bertajuk “Merajut Dialog, Membangun Sinergi” yang digelar di Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (2/7/2026).

Kegiatan ini menghadirkan puluhan jurnalis dari berbagai media sebagai ruang diskusi sekaligus mempererat komunikasi antara perusahaan, regulator, dan media.

Manager Communication Relations & CID PHI, Dony Indrawan, mengatakan media memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat mengenai perkembangan industri hulu migas yang selama ini dinilai cukup kompleks.

Menurutnya, publik tidak hanya perlu mengetahui capaian produksi migas, tetapi juga memahami berbagai upaya perusahaan dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) pada setiap aktivitas operasional.

“Rekan-rekan jurnalis memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang berimbang kepada masyarakat. Kami ingin publik memahami bahwa di balik capaian produksi terdapat komitmen terhadap keselamatan kerja, keberlanjutan lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat yang terus dijalankan PHI,” ujar Dony.

PHI mencatat sepanjang tahun 2025 berhasil membukukan produksi minyak sebesar 58 ribu barel minyak per hari (MBOPD) serta produksi gas mencapai 630 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Kinerja tersebut menjadi salah satu kontribusi signifikan Regional 3 Kalimantan dalam mendukung target produksi migas nasional.

Sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina, PHI terus mengelola wilayah operasi di Kalimantan melalui pengembangan lapangan migas yang mengedepankan aspek keselamatan, efisiensi, keandalan operasi, kepatuhan terhadap regulasi, serta perlindungan lingkungan.

Sementara itu, perwakilan SKK Migas Kalimantan Sulawesi, Irfan, mengapresiasi inisiatif PHI yang terus membangun komunikasi terbuka dengan media. Menurutnya, hubungan yang harmonis antara kontraktor kontrak kerja sama (KKKS), regulator, dan insan pers merupakan faktor penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap industri hulu migas.

Ia menilai pemberitaan yang akurat dan berimbang akan membantu masyarakat memahami pentingnya industri migas dalam menopang kebutuhan energi nasional sekaligus mengurangi potensi munculnya informasi yang keliru.

“Kolaborasi antara SKK Migas, KKKS, dan media menjadi salah satu fondasi penting untuk menciptakan iklim industri yang kondusif, transparan, dan memperoleh dukungan masyarakat,” ungkap Irfan.

Pada kesempatan tersebut, PHI juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jurnalis yang selama ini aktif mengawal berbagai kegiatan perusahaan maupun perkembangan sektor hulu migas di Kalimantan.

Perusahaan berharap forum komunikasi seperti Media Luncheon dapat terus dilaksanakan secara berkala sebagai wadah bertukar informasi, memperkuat sinergi, sekaligus mendukung percepatan pencapaian target produksi migas nasional.

Dengan mengusung semangat “Energi Kalimantan untuk Indonesia”, PHI menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan operasi hulu migas yang aman, efisien, andal, patuh terhadap regulasi, serta berwawasan lingkungan demi mendukung kemandirian energi Indonesia.

Dalam forum tersebut, PHI dan SKK Migas memaparkan update program kerja, capaian lifting, inisiatif ESG, serta tantangan investasi di wilayah kerja. Para jurnalis dari media nasional dan regional juga diajak diskusi terbuka dan turun langsung ke lapangan.

“Media bukan hanya penerima rilis. Media adalah mitra strategis untuk meluruskan hoaks, menjelaskan kebijakan, dan membangun optimisme bahwa energi nasional bisa kita jaga bersama,” tambahnya

Kolaborasi ini akan ditindaklanjuti dengan program rutin: media visit ke WK, pelatihan jurnalistik energi, dan forum diskusi berkala antara PHI, SKK Migas, dan insan pers.(Red/erk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *