PM Australia Anthony Albanese Telepon Prabowo, Bahas Hubungan Strategis Hingga Ekspor 250 Ribu Ton Pupuk Urea

Nasional56 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese melakukan panggilan telepon dengan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada 22 April 2026. Dalam pembicaraan tersebut, kedua pemimpin membahas penguatan hubungan bilateral, kerja sama ekonomi, ketahanan energi, hingga perkembangan konflik di kawasan Timur Tengah.

Dalam percakapan itu, Albanese menegaskan pentingnya hubungan erat antara Indonesia dan Australia yang dinilainya semakin strategis di tengah dinamika kawasan Indo-Pasifik.
“Hubungan yang kuat di kawasan kita ini sangat penting dari sebelumnya, dan kita adalah sahabat yang paling erat, melebihi saudara,” kata Albanese dalam pembicaraan tersebut.

Pernyataan itu mencerminkan komitmen kedua negara untuk terus mempererat kemitraan strategis yang selama ini terjalin, baik di bidang politik, perdagangan, keamanan, maupun pembangunan kawasan.

Dalam kesempatan itu, Albanese juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo atas dukungan Indonesia dalam membantu mengamankan pasokan pupuk bagi Australia.

Indonesia diketahui berkomitmen mengekspor sebanyak 250.000 ton pupuk urea ke Australia pada tahap pertama. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas sektor pertanian Australia di tengah tantangan pasokan global.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya sebelumnya mengatakan Albanese secara khusus menyampaikan terima kasih atas keputusan tersebut.
“PM Albanese menyampaikan apresiasi atas persetujuan Bapak Presiden terkait ekspor pupuk urea Indonesia ke Australia sebesar 250.000 ton pada tahap pertama,” ujar Teddy dalam keterangannya.

Selain isu perdagangan, Albanese dan Prabowo turut membahas perkembangan situasi konflik di wilayah Timur Tengah beserta dampaknya terhadap stabilitas global dan kawasan.

Kedua pemimpin sepakat pentingnya menjaga perdamaian internasional serta mengantisipasi dampak lanjutan konflik terhadap ekonomi dunia, termasuk harga energi dan kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok.

Dalam pembahasan bilateral, Indonesia dan Australia juga menegaskan komitmen untuk mempercepat realisasi berbagai kerja sama yang telah disepakati di sektor energi nasional.

Pertamina disebut tengah menjajaki kerja sama dengan sejumlah perusahaan Australia guna memperkuat pasokan energi, pengembangan energi bersih, serta ketahanan rantai pasok di masa depan.

Albanese menegaskan bahwa kedua negara memiliki kepentingan bersama dalam menjaga stabilitas pasokan domestik.
“Australia dan Indonesia bekerja sama untuk mendukung kelancaran arus barang-barang kebutuhan pokok, serta memperkuat ketahanan rantai pasokan energi kita untuk masa depan,” kata Albanese.

Panggilan telepon antara Albanese dan Prabowo menandai semakin eratnya hubungan Indonesia-Australia di era pemerintahan baru kedua negara. Dengan posisi strategis sebagai dua kekuatan penting di kawasan, kerja sama Jakarta dan Canberra diperkirakan akan terus diperluas, mulai dari perdagangan, investasi, energi, hingga keamanan regional.

Ervinna

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *