Polres Lubuk Linggau Gelar TFG , Matangkan Strategi Pengamanan Unjuk Rasa

Berita Daerah456 Dilihat

DetikSR.id LUBUKLINGGAU – Kepolisian Resor (Polres) Lubuk Linggau Polda Sumatera Selatan menggelar latihan Tactical Floor Game (TFG) sebagai upaya meningkatkan kesiapan personel dalam menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan, khususnya pengamanan aksi unjuk rasa, Selasa (28/7/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolres Lubuk Linggau AKBP Adithia Bagus Arjunadi, didampingi Wakapolres Kompol M. Syamsul Zachri dan Kabagops Kompol Robi Sugara. Latihan diikuti seluruh pejabat utama, para Kabag, Kasat, Kasi, serta jajaran Kapolsek di lingkungan Polres Lubuk Linggau.

TFG digelar sebagai sarana menyamakan persepsi, menyusun strategi, sekaligus menguji kesiapan operasional dalam menghadapi dinamika situasi keamanan. Simulasi yang diperagakan menggambarkan penanganan aksi unjuk rasa mulai dari tahap awal berkumpulnya massa di Kantor DPRD hingga eskalasi situasi yang berkembang menjadi zona merah atau kondisi kritis.

Dalam arahannya, Kapolres AKBP Adithia Bagus Arjunadi menegaskan bahwa Tactical Floor Game bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan langkah strategis untuk memastikan seluruh unsur pimpinan memahami tugas, kewenangan, serta alur komando ketika menghadapi situasi yang berkembang dengan cepat.

“Kita harus mampu membaca situasi sedini mungkin. Penanganan unjuk rasa tidak hanya berbicara soal penggunaan kekuatan, tetapi juga mengedepankan proporsionalitas, komunikasi yang efektif, serta kemampuan meredam emosi sebelum terjadi eskalasi yang tidak diinginkan. Ketika situasi memasuki zona merah, keputusan yang cepat, tepat, dan terkoordinasi menjadi kunci untuk melindungi keselamatan masyarakat, mengamankan fasilitas umum, serta menjaga kewibawaan institusi,” tegas Kapolres.
Materi latihan dipandu Kabagops Kompol Robi Sugara yang memaparkan tahapan penanganan aksi unjuk rasa secara bertingkat, mulai dari pendekatan persuasif, pemantauan situasi, pengamanan bertahap, hingga langkah penegakan hukum apabila terjadi tindakan anarkis.

Dalam sesi simulasi, setiap peserta juga diminta menyampaikan analisis dan langkah taktis sesuai dengan peran serta wilayah tanggung jawab masing-masing. Hal itu dilakukan untuk membangun kesamaan persepsi dan memperkuat koordinasi dalam pelaksanaan operasi di lapangan.

Selain aspek teknis, latihan juga menekankan pentingnya penerapan prinsip keadilan hukum, penghormatan terhadap hak asasi manusia, serta keseimbangan antara perlindungan hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dengan kewajiban menjaga keamanan dan ketertiban umum.

Melalui kegiatan ini, Polres Lubuk Linggau berharap seluruh personel semakin siap menyusun rencana operasi, sigap mengambil keputusan, serta mampu bekerja secara sinergis dalam mengantisipasi dan mengendalikan setiap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat secara profesional, humanis, dan sesuai prosedur. ( Rif’at Achmad ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *