Prabowo-Gibran Hadiri Pembukaan Muktamar ke-35 NU di Jombang, Tentukan Arah Kepemimpinan 2026-2030

Berita88 Dilihat

DetikSR.id Jombang, Presiden RI Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menghadiri pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada (27/8/2026).

Prabowo dijadwalkan membuka secara langsung Muktamar ke-35 NU yang menjadi forum tertinggi organisasi untuk menentukan arah kepemimpinan dan kebijakan NU untuk periode mendatang.

Presiden Prabowo tiba di lokasi sekitar pukul 15.23 WIB. Kedatangannya disambut sejumlah tokoh NU dan pejabat negara, di antaranya Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Miftachul Akhyar, serta Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf.

Kehadiran Prabowo langsung mendapat sambutan dari keluarga besar NU yang hadir di kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas. Presiden kemudian menyalami sejumlah kiai dan nyai NU, para menteri, serta pejabat negara yang menghadiri pembukaan Muktamar.

Sejumlah tokoh nasional juga tampak hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-13 RI Ma’ruf Amin, serta Sinta Nuriyah Wahid, istri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Hadir pula sejumlah anggota Kabinet Merah Putih, antara lain Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga terlihat hadir dalam agenda tersebut.

Dalam prosesi pembukaan, Prabowo tampak duduk di antara Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Prabowo mengenakan baju koko berwarna putih yang dipadukan dengan kopiah hitam. Sementara itu, Gibran tampil mengenakan jas hitam dan peci hitam.

Kehadiran Presiden dan Wakil Presiden dalam forum besar NU tersebut menjadi salah satu momen penting dalam pembukaan Muktamar ke-35.
Ada pula momen ketika Prabowo menunjukkan penghormatan kepada salah seorang kiai senior yang hadir dengan menggunakan kursi roda.

Saat hendak menyalami kiai tersebut, Prabowo yang sebelumnya berdiri kemudian merendahkan posisi tubuh dengan duduk untuk bersalaman. Keduanya juga sempat saling mencium pipi kanan dan kiri sebagai bentuk penghormatan dan
keakraban.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan kehadiran Presiden Prabowo dalam Muktamar ke-35 NU merupakan bentuk penghormatan pemerintah terhadap peran dan kontribusi Nahdlatul Ulama bagi perjalanan bangsa Indonesia.

Menurut Teddy, NU yang telah berdiri selama lebih dari satu abad memiliki sejarah panjang dalam perjuangan bangsa, termasuk dalam menjaga persatuan serta kehidupan keagamaan di Indonesia.

“NU memiliki sejarah panjang dalam perjuangan kemerdekaan, menjaga persatuan, merawat kehidupan beragama yang damai, serta membangun pendidikan dan kesejahteraan umat,” kata Teddy dalam keterangannya, pada (27/8/2026).

Teddy mengatakan Prabowo memberikan penghormatan besar kepada para ulama, kiai, santri, serta seluruh keluarga besar NU atas kontribusi mereka terhadap bangsa dan negara.

“Bapak Presiden menaruh penghormatan yang besar terhadap kontribusi para ulama, kiai, santri, dan seluruh keluarga besar Nahdlatul Ulama bagi bangsa dan negara,” ujarnya.

Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai 27 hingga 30 Agustus 2026 di Jombang, Jawa Timur.

Forum tersebut menjadi momentum penting bagi warga Nahdliyin karena salah satu agenda utamanya adalah menentukan kepemimpinan PBNU untuk periode 2026-2030.

Selain membahas dan menetapkan kepengurusan NU untuk lima tahun ke depan, Muktamar juga menjadi ruang bagi para ulama dan peserta untuk membahas berbagai persoalan keumatan serta hukum Islam kontemporer yang berkembang di tengah masyarakat.

Pembahasan tersebut diharapkan dapat menghasilkan keputusan yang relevan dengan tantangan zaman sekaligus tetap berpegang pada tradisi keilmuan dan nilai-nilai yang menjadi dasar perjuangan Nahdlatul Ulama.

Muktamar ke-35 dengan demikian tidak hanya menjadi forum pergantian kepemimpinan organisasi, tetapi juga menjadi momentum bagi NU untuk mengevaluasi perjalanan organisasi, merumuskan arah gerakan, serta memperkuat kontribusinya bagi kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara.

Dengan hadirnya Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran dalam pembukaan, Muktamar ke-35 NU menjadi salah satu agenda nasional yang turut mempertemukan jajaran pimpinan negara dengan para ulama, kiai, santri, dan keluarga besar Nahdlatul Ulama di Jombang.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *