Prabowo Himpun KADIN dan Calon Pemimpin Masa Depan di Hambalang, Investasi Rp2.000 Triliun dan Penguatan Industri Jadi Sorotan

Berita178 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan taklimat khusus kepada sekitar 400 peserta Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan Indonesia (P3MDI) Batch I Tahun Anggaran 2026 dan 250 anggota Kamar Dagang dan Industri (KADIN) dari berbagai daerah di Indonesia.

Pertemuan yang berlangsung di kediaman pribadi Presiden di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (31/10/2026) sore, menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah, kalangan pengusaha, dan generasi muda yang dipersiapkan menjadi calon pemimpin nasional.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo tidak hanya memberikan arahan strategis, tetapi juga mendengarkan secara langsung laporan dunia usaha mengenai perkembangan investasi, dinamika perekonomian nasional, serta kontribusi sektor swasta dalam menopang pembangunan Indonesia.

Presiden tekankan sinergi pemerintah dan dunia usaha, dorong industri strategis masa depan, serta siapkan generasi pemimpin melalui program P3MDI.

Salah satu isu utama yang disampaikan KADIN adalah perkembangan investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang mencapai hampir Rp2.000 triliun selama dua tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo.

Capaian tersebut dinilai mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelaku usaha terhadap prospek perekonomian nasional sekaligus memperlihatkan besarnya peran investasi domestik dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa laporan tersebut disampaikan Ketua Umum KADIN, Anindya Bakrie, dalam pertemuan bersama Presiden.

“Investasi PMDN mencapai hampir Rp2.000 triliun dalam dua tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo, mencerminkan meningkatnya kepercayaan pengusaha terhadap ekonomi nasional,” ujar Teddy dalam keterangan yang disampaikan pada (1/11/2026).

Selain melaporkan capaian investasi, KADIN juga menyampaikan perkembangan keterlibatan pengusaha nasional, termasuk kalangan pengusaha menengah, dalam memperkuat aktivitas ekonomi domestik.

Keterlibatan pelaku usaha dari berbagai skala tersebut dipandang strategis untuk memperluas basis ekonomi nasional, memperkuat ketahanan dunia usaha, serta mengurangi ketergantungan terhadap dinamika eksternal di tengah ketidakpastian ekonomi global.

KADIN juga menegaskan komitmen dunia usaha untuk mengambil bagian dalam pengembangan industri masa depan yang memiliki nilai tambah tinggi dan prospek pertumbuhan jangka panjang.

Sejumlah sektor yang menjadi perhatian meliputi industri kendaraan listrik, energi terbarukan, hingga pembangunan pusat data (data center). Pengembangan sektor-sektor tersebut dinilai membuka peluang besar bagi peningkatan investasi, penguasaan teknologi, serta pemanfaatan komponen dan produk dalam negeri.

“Dunia usaha berkomitmen mendukung pengembangan industri masa depan, seperti kendaraan listrik, energi terbarukan, dan pusat data yang memiliki potensi penggunaan komponen lokal,” jelas Teddy.

Komitmen tersebut sekaligus mempertegas pentingnya kolaborasi pemerintah dan sektor swasta dalam membangun struktur industri nasional yang lebih kuat, kompetitif, dan mampu menciptakan nilai tambah di dalam negeri.

Di luar pembahasan investasi dan pengembangan industri, pertemuan di Hambalang juga menyoroti pentingnya pembangunan sumber daya manusia (SDM), terutama dalam mempersiapkan generasi pemimpin masa depan Indonesia.

Anggota KADIN, James Riyadi, memberikan apresiasi terhadap perhatian Presiden Prabowo terhadap pendidikan, pembangunan manusia, serta pembentukan karakter dan kapasitas kepemimpinan generasi muda.

Menurut James, kemajuan suatu bangsa tidak semata-mata ditentukan oleh kekuatan ekonomi, kekayaan sumber daya alam, maupun pembangunan infrastruktur. Kualitas manusia dan karakter para pemimpinnya juga menjadi faktor fundamental dalam menentukan arah dan masa depan sebuah negara.

“Hari ini pimpinan dunia usaha melihat seseorang Presiden yang luar biasa. Dia mencurahkan hati dia itu untuk pendidikan, untuk pembangunan manusia. Dia menceritakan betapa tidak ada bangsa yang besar itu yang tidak terkait dengan pembangunan manusia, khususnya pemimpin-pemimpin itu yang punya karakter dan dia menceritakan ini semua dengan satu hati yang luar biasa, tulus, tapi dia ingin supaya Indonesia ini negara yang maju, negara yang dihormati oleh semua,” ujar James, sebagaimana dikutip dari siaran pers Sekretariat Presiden.

James juga mengapresiasi upaya Presiden Prabowo dalam membuka kesempatan lebih luas bagi generasi muda untuk berkembang dan mengambil peran strategis dalam pembangunan nasional.

Menurutnya, kesempatan tersebut harus diberikan berdasarkan kemampuan, kompetensi, integritas, dan prestasi, tanpa dibatasi latar belakang sosial maupun asal daerah. Prinsip meritokrasi dinilai penting untuk memastikan Indonesia memiliki sumber daya kepemimpinan yang berkualitas dan berdaya saing.

James menilai Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan Indonesia (P3MDI) merupakan salah satu wujud konkret visi Presiden Prabowo dalam menyiapkan kader-kader pemimpin nasional melalui proses seleksi, pembinaan, dan pelatihan yang terstruktur.

Program tersebut dirancang untuk membekali generasi muda dengan kapasitas kepemimpinan, karakter, wawasan kebangsaan, serta kemampuan menghadapi tantangan pemerintahan dan pembangunan di masa mendatang.

Ia menyebut para peserta merupakan generasi muda yang telah menyelesaikan pendidikan sarjana dan memiliki pengalaman profesional awal. Mereka selanjutnya akan menjalani pembinaan intensif selama sembilan bulan melalui proses seleksi dan pengembangan kapasitas.

“Ini visi beliau, dia punya visi dan dia punya perut (keberanian) untuk menjalankan visi itu menjadi nyata. Jadi kita tidak ada jalan lain, kita harus mendukung karena mereka ini 300 sekian anak-anak muda ini sudah S1, sudah pengalaman 1-2 tahun dan akan dilatih secara intensif selama 9 bulan. Dengan perhatian-perhatian dan juga dengan screening process sehingga saya yakin ini lihat muka mereka, wajah mereka, mereka akan menjadi pemimpin-pemimpin yang akan datang,” ungkap James.

Menurut James, investasi terhadap pembangunan manusia dan kepemimpinan merupakan langkah strategis yang hasilnya tidak selalu dapat diukur dalam jangka pendek, tetapi menentukan kualitas perjalanan bangsa dalam jangka panjang.

Pertemuan Presiden Prabowo dengan jajaran KADIN dan peserta P3MDI di Hambalang memperlihatkan dua agenda besar yang berjalan beriringan dalam pembangunan nasional.

Di satu sisi, pemerintah membutuhkan dukungan dunia usaha untuk mempercepat investasi, memperkuat industri dalam negeri, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan daya saing ekonomi. Di sisi lain, pembangunan manusia dan penyiapan kepemimpinan berkualitas menjadi fondasi agar pertumbuhan ekonomi dapat berjalan berkelanjutan.

Dengan capaian investasi domestik yang dilaporkan hampir menyentuh Rp2.000 triliun serta komitmen pengusaha dalam mengembangkan sektor industri masa depan, kolaborasi pemerintah dan dunia usaha diharapkan mampu memperkuat kemandirian ekonomi nasional.

Sementara melalui P3MDI, pemerintah berupaya menyiapkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kecakapan intelektual dan profesional, tetapi juga integritas, karakter, serta kemampuan memimpin.

Kedua agenda tersebut menjadi bagian penting dari tantangan besar Indonesia ke depan, memastikan pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan industri nasional, dan lahirnya kepemimpinan yang mampu membawa Indonesia menjadi negara maju serta disegani di tingkat global.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *