Pramono Anung Minta Satpol PP Jakarta Kendalikan Emosi Saat Hadapi Warga

Berita70 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta mampu mengendalikan emosi saat menjalankan tugas dan berhadapan langsung dengan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Pramono dalam acara Syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Satpol PP dan HUT ke-64 Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) yang digelar di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, pada (8/9/2026).

Dalam kesempatan itu, Pramono menyinggung tayangan video yang diputar dalam rangkaian acara. Menurutnya, video tersebut menunjukkan bahwa anggota Satpol PP juga dapat terpancing emosi ketika menghadapi berbagai situasi di lapangan.

“Tadi video yang diputar memperlihatkan apa pun yang namanya anggota Satpol PP juga bisa emosional, bisa marah, bisa tersinggung dari hal-hal kecil,” kata Pramono.

Pramono menekankan pentingnya pendekatan yang lebih humanis dalam pelaksanaan tugas. Menurut dia, sikap tegas dalam menjaga ketertiban tetap harus dipertahankan, tetapi perlu diimbangi dengan keramahan dan kesantunan ketika berinteraksi dengan warga.

Ia pun mengapresiasi jajaran Satpol PP DKI yang terus menjalankan tugas menjaga ketertiban dan ketenteraman masyarakat.

“Secara khusus saya ingin memberikan apresiasi kepada Satpol PP karena apa pun yang dilihat tentang Jakarta, salah satunya wajahnya adalah kalau perilaku Satpol PP seperti yang 4S tadi: santun, senyum, sapa, dan salam,” ujar Pramono.

Satpol PP Jadi Salah Satu Wajah Jakarta

Pramono menilai sikap anggota Satpol PP menjadi salah satu gambaran wajah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Sebab, Satpol PP merupakan salah satu perangkat daerah yang paling sering berinteraksi langsung dengan masyarakat dalam berbagai kondisi.

Ia mengatakan karakteristik tugas Satpol PP berbeda dengan petugas pemadam kebakaran (Damkar). Jika petugas Damkar umumnya hadir ketika masyarakat membutuhkan pertolongan, Satpol PP justru tidak jarang harus menjalankan tugas yang berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan bagi warga.

Beberapa di antaranya adalah penertiban pedagang kaki lima (PKL), penataan trotoar, hingga penertiban atau pemindahan warga dari lokasi tertentu yang dinilai melanggar ketentuan.

“Kalau Satpol PP memindahkan orang, merapikan trotoar, PKL, wajah kesedihan yang dihadapi. Tetapi kalau saudara-saudara sekalian bisa melewati melalui ini dan kemudian wajahnya lebih humanis, tetap tegas, tetap tertib, tetap berwibawa, saya yakin wajah Jakarta akan total berubah,” tuturnya.

Karena itu, Pramono meminta anggota Satpol PP tidak mudah terpancing ketika menghadapi penolakan, protes, maupun berbagai bentuk reaksi masyarakat selama menjalankan tugas.

Ia mengingatkan bahwa kemampuan mengendalikan diri menjadi bagian penting dari profesionalitas aparat di lapangan.

“Maka Saudara-saudara sekalian harus bisa menahan diri. Minimal belajar dari Gubernurnya lah,” ucap Pramono.

Pramono: Tetap Tersenyum Meski Diejek

Pramono kemudian menceritakan pengalamannya ketika menghadapi kritik maupun ejekan dari masyarakat.

Menurutnya, dirinya berusaha tidak merespons secara emosional dan tetap menjalankan kewenangan sebagai kepala daerah.

“Walaupun kadang-kadang diejek orang kan saya senyum-senyum saja. Walaupun senyumnya pasti apa yang menjadi keinginan, tujuan, dan yang harus diputuskan tetap kita putuskan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa sikap humanis bukan berarti menghilangkan ketegasan dalam menjalankan aturan. Sebaliknya, pendekatan yang santun dinilai dapat membantu menciptakan komunikasi yang lebih baik antara petugas dan masyarakat.

Dengan demikian, Satpol PP tetap dapat menjalankan fungsi penegakan ketertiban secara profesional, sekaligus menjaga citra Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di mata publik.

Pramono Minta Mako Satpol PP Segera Dibenahi

Selain menyoroti sikap dan pelayanan anggota di lapangan, Pramono juga mengungkapkan rencana pembenahan markas komando (Mako) Satpol PP DKI Jakarta.

Menurut Pramono, kebutuhan terhadap Mako Satpol PP yang lebih layak telah dibicarakan bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno dan Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Uus Kuswanto dalam kesempatan tersebut.

Ia meminta jajaran terkait segera menindaklanjuti persoalan tersebut dan mengupayakan penyelesaiannya paling lambat pada tahun ini.

Pramono berharap proses pembangunan Mako Satpol PP yang baru dapat mulai direalisasikan pada awal 2027.

“Maka, Pak Satriadi, segera koordinasikan untuk Mako Satpol PP. Tadi kami sudah bisik-bisik dengan Pak Wagub dengan Pak Sekda,” kata Pramono.

Ia mengatakan sejumlah alternatif lokasi masih dipertimbangkan untuk pembangunan Mako tersebut. Salah satu opsi yang dibahas adalah lokasi yang saat ini digunakan oleh jajaran Satpol PP.

Pramono berharap pembenahan sarana dan prasarana tersebut dapat mendukung peningkatan kinerja Satpol PP dalam menjalankan tugas menjaga ketertiban umum di Ibu Kota.

Menurutnya, peningkatan kualitas fasilitas perlu berjalan beriringan dengan pembenahan sikap dan pelayanan anggota di lapangan.

Dengan mengedepankan prinsip santun, senyum, sapa, dan salam, Pramono berharap Satpol PP DKI Jakarta tidak hanya dikenal sebagai aparat penegak ketertiban, tetapi juga sebagai bagian dari pelayanan publik yang mampu menghadirkan rasa aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat Jakarta.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *