DetikSR.id Magelang, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengajak seluruh ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) se-Indonesia untuk menjaga persatuan dan bersama-sama membangun bangsa, meskipun berasal dari latar belakang daerah, suku, pendidikan, profesi, hingga partai politik yang berbeda.
Ajakan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memberikan pengarahan kepada 503 ketua DPRD provinsi, kabupaten, dan kota dari seluruh Indonesia dalam kegiatan retret Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) yang diselenggarakan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI di Akademi Militer (Akmil), Magelang, Jawa Tengah, pada (18/4/2026).
Dalam pidatonya, Presiden menegaskan bahwa perbedaan bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan besar yang harus disatukan demi kemajuan Indonesia.
“Kita berasal dari latar belakang yang berbeda-beda, daerah yang berbeda, suku yang berbeda, pendidikan yang berbeda, profesi yang berbeda, dan partai politik yang berbeda. Namun, sebagai anak bangsa, kita tetap satu,” ujar Presiden Prabowo di hadapan para peserta.
Presiden menekankan bahwa seluruh elemen bangsa, termasuk para pimpinan legislatif daerah, memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga stabilitas nasional serta mempercepat pembangunan di daerah masing-masing.
Usai menyampaikan pesan persatuan, Presiden Prabowo mengungkapkan keinginannya untuk berbicara secara terbuka dan mendalam kepada para ketua DPRD.
Oleh sebab itu, bagian inti pengarahan kemudian dilaksanakan secara tertutup.
“Saya ingin bicara apa adanya. Mungkin apa yang saya sampaikan nanti ada yang kurang berkenan, mungkin ada yang tersinggung, ada yang sedih,” kata Presiden.
Pernyataan tersebut menunjukkan komitmen Presiden untuk menyampaikan kondisi bangsa secara jujur sekaligus mendorong para pimpinan daerah agar berani menghadapi tantangan secara realistis dan bertanggung jawab.
Kegiatan KPPD tahun 2026 berlangsung selama lima hari, mulai 15 hingga 19 April 2026, bertempat di kawasan Lembah Tidar, Akademi Militer Magelang.
Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai kepemimpinan nasional, wawasan kebangsaan, geopolitik, tata kelola pemerintahan, hingga sinergi pusat dan daerah.
Tema yang diangkat tahun ini adalah:
“Memperkuat Peran Pimpinan DPRD Provinsi/Kabupaten/Kota Guna Mendukung Asta Cita Menyongsong Indonesia Emas 2045.”
Gubernur Lemhannas RI T.B. Ace Hasan Syadzily dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda strategis untuk menyiapkan pemimpin daerah yang tangguh dan memiliki visi kebangsaan kuat.
“KPPD ini telah berlangsung lima hari Bapak Presiden, sejak tanggal 15 sampai dengan esok hari tanggal 19 April 2026, bertempat di Lembah Tidar, Akademi Militer Magelang, tempat para pemimpin nasional ditempa dan digembleng, yang dihadiri oleh 503 ketua DPRD,” ujarnya.
Selama mengikuti rangkaian kegiatan di Akmil, para ketua DPRD tampak mengenakan seragam loreng hijau khas Komponen Cadangan. Penggunaan seragam tersebut melambangkan semangat disiplin, kebersamaan, nasionalisme, serta kesiapan para pemimpin daerah menghadapi tantangan bangsa ke depan.
Pengarahan Presiden Prabowo di Akmil turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, antara lain:
* Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin
* Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin
* Menteri Koperasi Ferry Juliantono
* Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq
* Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait
* Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto
* Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo
* Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana
* Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian
* Menteri Luar Negeri Sugiono
* Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi
* Wakil Menteri Pertanian Sudaryono
* Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf
* Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya
Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah
Kehadiran ratusan ketua DPRD dari seluruh Indonesia dalam retret ini dinilai sebagai momentum penting mempererat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. DPRD sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah memiliki peran strategis dalam penganggaran, legislasi, serta pengawasan pembangunan.
Melalui forum tersebut, pemerintah berharap tercipta kesamaan visi dalam mewujudkan program prioritas nasional dan mempercepat tercapainya target besar menuju Indonesia Emas 2045.
Ervinna






