Presiden Prabowo: Dunia Penuh Ketidakpastian, Pertahanan Nasional Harus Diperkuat Pemerintah Percepat Modernisasi Alutsista TNI

Nasional95 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat sistem pertahanan nasional di tengah situasi geopolitik global yang semakin tidak menentu.

Hal tersebut disampaikan saat menerima penyerahan sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) baru bagi Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada (18/5/2026).

Dalam seremoni resmi tersebut, Indonesia menerima berbagai alutsista modern, termasuk enam jet tempur Rafale buatan Prancis, pesawat angkut Falcon, pesawat angkut militer Airbus A400M Atlas, hingga sistem radar pertahanan udara terbaru. Kehadiran alutsista anyar ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat kemampuan pertahanan nasional, khususnya di sektor udara.

“Saudara-saudara sekalian, tadi baru saja kita menerima secara resmi dengan adat kita penambahan alutsista untuk Angkatan Udara kita. Kita menerima enam pesawat tempur Rafale, dan pesawat angkut Falcon, pesawat angkut VIP, dan A400. Ada radar juga,” ujar Prabowo dalam sambutannya di Lanud Halim Perdanakusuma.

Presiden menilai, penguatan pertahanan merupakan langkah penting untuk menjaga stabilitas nasional dan memastikan Indonesia tetap mampu mempertahankan kedaulatannya di tengah dinamika global yang terus berubah.

Menurutnya, ketidakpastian geopolitik dunia saat ini menuntut setiap negara memiliki sistem pertahanan yang kuat sebagai efek penangkal atau deterrent terhadap berbagai ancaman.
“Kita harus terus meningkatkan kekuatan pertahanan kita sebagai penangkal. Kita tidak punya kepentingan selain untuk menjaga wilayah kita sendiri,” kata Prabowo.

Ia menambahkan, kondisi dunia yang dipenuhi konflik dan ketegangan geopolitik menjadi pengingat bahwa pertahanan merupakan syarat utama bagi terciptanya stabilitas nasional.
“Kita lihat kondisi dunia, geopolitik, penuh dengan ketidakpastian. Kita tahu bahwa pertahanan adalah syarat utama untuk stabilitas dan jaminan bahwa kita bisa berdaulat,” imbuhnya.

Penguatan Pertahanan Udara, Laut, dan Darat
Prabowo memastikan bahwa modernisasi alat pertahanan Indonesia tidak akan berhenti pada sektor udara saja. Pemerintah, kata dia, akan terus memperkuat kemampuan pertahanan di seluruh matra, baik darat, laut, maupun udara, guna menjaga keamanan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Dalam waktu yang akan datang terus akan kita bangun kekuatan kita. Kita ingin mengamankan wilayah udara, wilayah laut, dan tentunya wilayah daratan kita,” tegas Presiden.

Penyerahan alutsista tersebut dilakukan secara simbolis oleh Presiden kepada Panglima TNI Agus Subiyanto. Dalam prosesi itu, Prabowo menyerahkan kunci sejumlah sistem persenjataan modern, antara lain pesawat tempur multirole MRCA Rafale, pesawat Falcon 8X, Airbus A400M Atlas, Radar GCI GM403, Smart Weapon Hammer, hingga rudal udara-ke-udara jarak jauh Meteor.

Alutsista yang diterima TNI terdiri atas enam unit jet tempur Dassault Rafale, empat unit pesawat Dassault Falcon 8X, serta satu unit pesawat angkut strategis Airbus A400M Atlas. Kehadiran pesawat-pesawat tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan operasional dan daya gentar TNI AU dalam menjaga wilayah udara nasional.

Jet tempur Rafale sendiri dikenal sebagai pesawat tempur generasi 4.5 yang memiliki kemampuan tempur multirole, termasuk misi superioritas udara, serangan darat, pengintaian, hingga peperangan elektronik.

Sementara Airbus A400M Atlas akan memperkuat kemampuan angkut logistik dan mobilisasi pasukan TNI dalam berbagai operasi militer maupun kemanusiaan.

Dengan penambahan alutsista modern ini, pemerintah berharap kemampuan pertahanan Indonesia semakin tangguh dalam menghadapi berbagai potensi ancaman serta menjaga stabilitas kawasan di tengah situasi global yang terus berkembang.

Ervinna

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *