Presiden Prabowo: Jangan Biarkan Demokrasi Indonesia Dibajak Pemodal dan Kepentingan Asing

Nasional84 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa demokrasi Indonesia tidak boleh dibajak oleh kelompok yang memiliki kekuatan modal besar maupun kepentingan asing.

Dalam arahannya kepada jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Prabowo meminta institusi kepolisian menjadi garda terdepan dalam menjaga demokrasi dengan tetap menjamin kebebasan berpendapat sekaligus menegakkan hukum secara adil.

Pesan tersebut disampaikan Presiden saat memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Bhayangkara yang digelar di Pusat Pendidikan Brigade Mobil Cikeas, pada (1/7/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah menghormati kritik sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari sistem demokrasi. Menurutnya, kritik diperlukan sebagai sarana evaluasi agar pemerintah terus memperbaiki kinerja dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Namun demikian, Presiden mengingatkan bahwa kebebasan demokrasi tidak boleh dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang memiliki kepentingan sempit, baik karena kekuatan ekonomi maupun campur tangan asing.

“Kita menghormati kritik. Kritik adalah penting. Kita butuh kritik untuk mengingatkan kita. Kita butuh kritik untuk memperbaiki diri kita. Tapi, keamanan demokrasi juga harus kita jaga. Janganlah demokrasi dibajak oleh mereka-mereka yang punya uang banyak. Janganlah demokrasi kita dirusak oleh kepentingan-kepentingan asing,” tegas Prabowo.

Presiden juga mengingatkan agar perbedaan pandangan politik tidak berkembang menjadi kebencian yang memicu konflik dan perpecahan bangsa.

Menurutnya, demokrasi Indonesia harus tetap berlandaskan semangat persatuan, gotong royong, serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan enam pesan penting kepada seluruh jajaran Polri sebagai pedoman dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

1. Presiden meminta Polri terus menjaga dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Menurutnya, kepercayaan publik merupakan modal utama bagi setiap anggota kepolisian dalam melaksanakan tugas negara.

2. Prabowo mengingatkan agar polisi selalu hadir di tengah masyarakat, mendengarkan keluhan warga, memberikan pelayanan terbaik, serta menjadi pelindung dan pengayom masyarakat.

Ia menegaskan bahwa aparat tidak boleh mempersulit rakyat karena seluruh operasional negara, termasuk gaji dan fasilitas anggota Polri, berasal dari uang rakyat.

3. Presiden meminta Polri menegakkan hukum secara profesional, adil, dan tanpa pandang bulu.

Aparat diminta berani membela kebenaran, melindungi masyarakat kecil, serta tidak takut kepada tekanan pihak mana pun selain kepada Tuhan Yang Maha Esa.

4. Prabowo menekankan pentingnya peningkatan profesionalisme melalui penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Menurutnya, perkembangan teknologi telah membuat bentuk kejahatan semakin kompleks sehingga membutuhkan aparat yang adaptif dan terus meningkatkan kompetensi.

5. Presiden meminta Polri memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan.

Ia menilai keberhasilan menjaga keamanan nasional hanya dapat dicapai melalui kolaborasi dengan Tentara Nasional Indonesia, pemerintah, tokoh masyarakat, ulama, akademisi, media, dunia usaha, serta seluruh elemen masyarakat.

6. Prabowo mengingatkan agar Polri tidak pernah berhenti melakukan pembenahan internal.

Ia meminta seluruh personel tetap rendah hati, terbuka terhadap kritik, serta memiliki keberanian melakukan perubahan demi meningkatkan kualitas pelayanan dan menjaga kepercayaan rakyat.

“Institusi yang besar adalah institusi yang mau mendengar. Institusi yang kuat adalah institusi yang berani berubah. Institusi yang dicintai oleh rakyat adalah institusi yang selalu rendah hati,” ujar Prabowo menutup pidatonya.

Melalui pidato tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Polri memiliki peran strategis sebagai penjaga stabilitas nasional sekaligus pelindung demokrasi Indonesia.

Di tengah dinamika politik, perkembangan teknologi, dan berbagai tantangan global, Polri diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara perlindungan terhadap hak kebebasan berpendapat dengan penegakan hukum yang adil, profesional, dan berintegritas.

Presiden berharap seluruh jajaran Polri terus memperkuat pengabdian kepada bangsa dan negara dengan mengutamakan kepentingan rakyat, menjaga persatuan nasional, serta memastikan demokrasi Indonesia tetap berjalan sesuai konstitusi tanpa intervensi kepentingan modal maupun pengaruh asing.

Ervinna

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *