Presiden Prabowo Perluas Tambak Produktif di Sejumlah Daerah, Fokus Ciptakan Lapangan Kerja dan Tingkatkan Ekspor Pangan

Berita485 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk memperluas pembangunan tambak produktif di berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan nasional, meningkatkan ekspor hasil perikanan, serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden usai meninjau langsung operasional Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah.

Dalam keterangannya di Jakarta, pada (23/5/2026).
Presiden mengungkapkan bahwa pemerintah saat ini tengah mempercepat pengembangan kawasan tambak modern di sejumlah daerah yang dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan produksi pangan berbasis perikanan.

“Kita sedang bangun di Waingapu 2.000 hektare. Kalau di sini 65 hektare, kalau di Waingapu 2.000 hektare. Kemudian sedang dibangun juga di Gorontalo 200 hektare dan kita sedang bangun di Jawa Barat, di Pantura, 14 hektare,” ujar Presiden.

Menurut Presiden, proyek tambak yang tengah dikembangkan di berbagai daerah tersebut merupakan bagian dari transformasi sektor perikanan nasional menuju sistem budidaya yang lebih modern, produktif, dan berorientasi ekspor.

Pemerintah berharap pengembangan kawasan tambak dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Berbeda dengan kawasan tambak udang di Kebumen, proyek yang sedang dibangun di wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa Barat akan difokuskan pada budidaya ikan.

Diversifikasi komoditas ini dilakukan agar setiap daerah dapat mengembangkan potensi unggulannya masing-masing dan berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan protein masyarakat, baik untuk pasar domestik maupun internasional.

Presiden menegaskan bahwa seluruh program pembangunan yang dijalankan pemerintah harus memiliki dampak ekonomi yang nyata dan terukur bagi masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah akan memprioritaskan proyek-proyek produktif yang mampu menciptakan lapangan kerja, menghasilkan nilai tambah, dan meningkatkan pendapatan rakyat.

“Saya kasih petunjuk ke kabinet, yang boleh kita dukung, yang harus kita dukung, yang harus kita jalankan adalah proyek-proyek yang produktif,” tegas Presiden.

Menurut Prabowo, konsep pembangunan produktif saat ini harus memiliki manfaat langsung bagi masyarakat. Sebuah proyek pembangunan dinilai layak didukung apabila mampu menyerap tenaga kerja, menghasilkan produk yang bernilai ekonomi, meningkatkan kekayaan nasional, serta memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan rakyat.

Keberhasilan BUBK Kebumen menjadi salah satu contoh nyata dari konsep pembangunan produktif tersebut. Presiden menjelaskan bahwa kawasan budidaya udang modern itu mampu menghasilkan produksi hingga 40 ton per hektare dengan nilai jual mencapai sekitar Rp70 juta per ton.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa sektor perikanan budidaya memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi nasional.
Atas dasar keberhasilan tersebut, pemerintah berencana memperluas pembangunan kawasan tambak modern di berbagai wilayah Indonesia guna memaksimalkan pemanfaatan sumber daya alam sekaligus meningkatkan daya saing produk perikanan Indonesia di pasar global.

Selain menekankan pentingnya pembangunan sektor produktif, Presiden juga mengingatkan jajarannya agar mengedepankan efisiensi dalam penggunaan anggaran negara. Ia menilai bahwa pembangunan infrastruktur pemerintahan harus disesuaikan dengan kebutuhan dan tidak mengurangi alokasi dana bagi program-program yang memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat.

“Jadi maaf, sekarang kita agak tunda dulu pembangunan banyak kantor. Kantor itu perlu, tetapi harus ada aktivitas. Kantor megah produknya tidak ada, lebih baik kantornya tidak begitu bagus tetapi produknya bagus, hasilnya banyak, penghasilan untuk rakyat banyak. Rakyat kita butuh pekerjaan,” ujar Presiden.

Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen yang berlokasi di Desa Tegalretno, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen, merupakan salah satu proyek strategis nasional yang dibangun pada periode 2022–2023.

Kawasan budidaya modern tersebut memiliki luas total 100 hektare, dengan 65 hektare yang telah beroperasi. Fasilitas yang tersedia meliputi sistem intake air laut, 139 kolam produksi, serta instalasi pengolahan air limbah (IPAL) terintegrasi yang mendukung budidaya berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Hingga siklus operasional ke-8, BUBK Kebumen telah membukukan total produksi udang mencapai 1.151.497 kilogram dengan nilai ekonomi sekitar Rp83,3 miliar dalam bentuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Selain memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara, kawasan tersebut juga berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Saat ini BUBK Kebumen menyerap sekitar 145 tenaga kerja tetap dan 500 tenaga harian lepas setiap hari, menjadikannya salah satu pusat ekonomi baru di wilayah pesisir selatan Jawa Tengah.

Dengan keberhasilan yang telah dicapai, BUBK Kebumen kini diproyeksikan menjadi model pengembangan budidaya udang modern nasional yang akan direplikasi di berbagai daerah. Pemerintah berharap perluasan kawasan tambak produktif dapat memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan ekspor hasil perikanan, serta membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat Indonesia.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *