DetikSR.id Jakarta, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tengah menjalankan misi perdamaian dunia di Timur Tengah.
Peristiwa ini menambah daftar panjang risiko yang dihadapi pasukan penjaga perdamaian Indonesia dalam menjalankan mandat internasional di wilayah konflik.
Dalam pernyataan resminya pada 31 Maret 2026, Presiden Prabowo mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam sekaligus penghormatan tinggi atas dedikasi para prajurit yang gugur. Ketiga prajurit tersebut adalah Kapten Inf. Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Praka Farizal Rhomadon.
“Innalillahi wa innailaihi rajiun, turut berduka cita atas gugurnya Kapten Inf. Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Praka Farizal Rhomadon saat menjalankan misi perdamaian di Timur Tengah,” ujar Presiden Prabowo.
Presiden menegaskan bahwa pengorbanan para prajurit tersebut merupakan wujud nyata komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.
Kehadiran TNI dalam misi internasional tidak hanya membawa nama baik bangsa, tetapi juga mencerminkan peran aktif Indonesia dalam menjaga stabilitas global.
“Pengabdian mereka adalah simbol keberanian, profesionalisme, dan dedikasi tinggi dalam menjalankan amanat negara serta menjaga perdamaian dunia,” tegasnya.
Pemerintah Indonesia menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya kepada para prajurit yang telah gugur, serta memastikan bahwa negara hadir untuk memberikan dukungan penuh kepada keluarga yang ditinggalkan.
Seiring dengan insiden tersebut, pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri mendesak dilakukannya penyelidikan menyeluruh atas serangkaian serangan yang menimpa personel Indonesia yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon.
Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam mengungkap fakta di balik insiden tersebut.
“Indonesia menyerukan dilakukannya penyelidikan segera, menyeluruh, dan transparan untuk mengungkap fakta, termasuk kronologi kejadian serta pihak yang bertanggung jawab, dan menegaskan bahwa akuntabilitas penuh harus ditegakkan,” demikian bunyi pernyataan resminya.
Pemerintah juga menilai bahwa serangan berulang terhadap pasukan penjaga perdamaian dalam waktu singkat merupakan tindakan yang tidak dapat diterima dan melanggar prinsip-prinsip hukum internasional.
Insiden tragis ini terjadi dalam dua hari berturut-turut di wilayah operasi UNIFIL di Lebanon selatan. Pada (29/3), Praka Farizal Rhomadon gugur akibat serangan artileri tidak langsung di dekat Adchit Al Qusayr.
Sehari kemudian, pada (30/3), dua prajurit lainnya gugur dalam serangan kedua yang terjadi di sekitar Bani Hayyan. Serangan tersebut diduga terkait dengan meningkatnya intensitas konflik di wilayah tersebut.
Kedua insiden ini mencerminkan memburuknya situasi keamanan di Lebanon, khususnya di daerah perbatasan yang selama ini menjadi titik rawan konflik.
Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Israel dan kelompok bersenjata di wilayah Lebanon selatan. Eskalasi konflik tersebut telah meningkatkan risiko bagi pasukan penjaga perdamaian, termasuk kontingen Indonesia yang selama ini dikenal aktif dan profesional dalam menjalankan tugas.
Pengamat menilai bahwa situasi keamanan yang tidak stabil membuat posisi pasukan perdamaian semakin rentan, meskipun mereka bertugas di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Meski menghadapi risiko besar, Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam misi perdamaian dunia.
Partisipasi dalam UNIFIL merupakan bagian dari politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif serta wujud nyata dukungan terhadap stabilitas global.
Pemerintah juga memastikan akan terus berkoordinasi dengan PBB dan pihak terkait guna menjamin keselamatan personel Indonesia di lapangan serta mencegah terulangnya insiden serupa.
Gugurnya tiga prajurit TNI ini menjadi pengingat akan harga mahal dari perdamaian yang selama ini dijaga oleh para penjaga perdamaian dunia.
Di tengah duka, bangsa Indonesia memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi tugas mulia.
Semangat dan pengabdian mereka akan terus dikenang sebagai bagian dari kontribusi Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.
Ervinna






