DetikSR.id Sumsel, OKU Timur – Upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan terus dilakukan RSUD OKU Timur. Salah satu langkah nyata yang kini diwujudkan adalah menghadirkan fasilitas CT Scan 64 Slice, sebuah teknologi pencitraan medis modern yang akan memperkuat layanan diagnosis bagi masyarakat. Kehadiran alat ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program Sumsel Health Tourism yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Direktur RSUD OKU Timur, dr. Sugihartono, MSc, mengatakan RSUD OKU TIMUR mendapatkan hibah dari kemenkes melalui program IHSS(Indonesia Health System Strengthenig)- SIHREN, berupa alat CT scan 64 slice dan Mamografi, proses hibah ini dimulai sejak 2024 lalu melalui pembangunan ruangannya, Tahun 2025 alat nya mulai diinstalasi dan tahun 2026 ini siap dioperasionalkan. Pengadaan CT Scan 64 Slice merupakan bentuk komitmen rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan yang lebih lengkap dan berkualitas.
Menurutnya, masyarakat nantinya tidak perlu lagi bergantung pada rumah sakit di luar daerah untuk menjalani pemeriksaan CT Scan.
“Pengadaan CT Scan 64 Slice ini merupakan salah satu upaya kami meningkatkan layanan unggulan di RSUD OKU Timur sekaligus mendukung program Sumsel Health Tourism,” ujar dr. Sugihartono.
Ia menjelaskan, CT Scan 64 Slice memiliki kemampuan menghasilkan gambar organ tubuh dengan tingkat ketelitian yang jauh lebih tinggi dibandingkan pemeriksaan radiologi konvensional. Alat ini mendukung peningkatan pelayanan KJSU-KIA (Kanker Jantung Stroke Uronefrologi-Kesehatan Ibu dan Anak).Teknologi tersebut memungkinkan dokter memperoleh informasi yang lebih detail sehingga proses penegakan diagnosis dapat dilakukan secara lebih cepat dan akurat.
“Melalui alat ini, berbagai kondisi organ dalam tubuh dapat terlihat lebih jelas. Informasi yang diperoleh sangat membantu dokter dalam menentukan diagnosis sekaligus menyusun langkah penanganan pasien secara tepat,” jelasnya.

Perangkat tersebut telah tersedia di RSUD OKU Timur, layanan CT Scan 64 Slice sudah dapat dioperasikan karena penerbitan izin operasional dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) sudah keluar.
“Seluruh peralatan sudah siap. Saat ini perizinan dari Bapeten sudah diterbitkan, layanan segera dibuka untuk masyarakat,” katanya.
Selama ini, pasien di OKU Timur yang membutuhkan pemeriksaan CT Scan umumnya harus dirujuk ke rumah sakit di Palembang atau Baturaja. Kondisi tersebut tidak hanya membutuhkan waktu tempuh yang lebih lama, tetapi juga menambah biaya yang harus dikeluarkan pasien maupun keluarga.
Dengan mulai beroperasinya CT Scan 64 Slice, masyarakat diharapkan dapat memperoleh layanan pemeriksaan radiologi canggih langsung di RSUD OKU Timur. Hal itu diyakini akan mempercepat proses diagnosis, mempercepat penanganan pasien, sekaligus mengurangi beban biaya perjalanan untuk mendapatkan layanan kesehatan.
“Harapan kami, masyarakat OKU Timur ke depan tidak perlu lagi pergi ke Palembang ataupun Baturaja hanya untuk melakukan pemeriksaan CT Scan. Semua pelayanan tersebut dapat dilakukan di RSUD OKU Timur,” tegas dr. Sugihartono.
Penyediaan fasilitas CT Scan 64 Slice menjadi salah satu bentuk pengembangan layanan RSUD OKU Timur dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang modern, profesional, dan mudah dijangkau masyarakat.
Keberadaan alat ini juga diharapkan mampu memperkuat fungsi rumah sakit sebagai pusat layanan rujukan di wilayah OKU Timur, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pelayanan kesehatan di daerah. (AJ)












