Slamet Ariyadi Pimpin BM PAN, Swarna Dwipa Institute : Langkah Cerdas Zulkifli Hasan Tatap Pemilu 2029

Berita59 Dilihat

DetikSR.id JAKARTA Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) secara resmi menetapkan Slamet Ariyadi sebagai Ketua Umum DPP PAN Periode 2026-2031 dalam Kongres VII yang berlangsung pada 10-12 Juli 2026 di Marbella Hotel, Anyer, Kabupaten Serang, Banten.

Terpilihnya anggota DPR RI tersebut diprediksi akan membawa napas baru bagi organisasi sayap partai berlambang matahari ini.

​Slamet Ariyadi bukanlah wajah baru dalam ekosistem PAN. Sebelum terpilih sebagai Ketua Umum, ia mengemban amanah sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjend) DPP BM PAN periode 2021-2026.

Rekam jejaknya yang mumpuni, mulai dari pengalaman sebagai Wakil Presiden Mahasiswa Universitas Trunojoyo, aktivis PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia), hingga kursi parlemen di Senayan, menjadikannya sosok yang dianggap mampu menjembatani aspirasi kaum muda dengan kebijakan partai.

​Langkah Cerdas Zulkifli Hasan

Pengamat Sosial Politik dari Swarna Dwipa Institute, Lutfi Nasution, memberikan apresiasi atas suksesi ini. Menurutnya, terpilihnya Slamet Ariyadi merupakan langkah taktis yang cerdas dari Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan.

​”Ini adalah pilihan strategis yang sangat terukur. Zulkifli Hasan paham bahwa untuk menghadapi tantangan Pemilu 2029, PAN membutuhkan motor penggerak yang tidak hanya berwawasan luas, tetapi juga memiliki akar rumput yang kuat di kalangan mahasiswa dan aktivis muda,” ujar Lutfi Nasution saat dihubungi, Senin (13/7/2026).

​Lutfi menambahkan bahwa kombinasi pengalaman Slamet Ariyadi di jalur birokrasi, legislatif, dan organisasi kepemudaan (OKP) menjadi modal besar.

​”Slamet memiliki kombinasi antara intelektualitas aktivis dan pragmatisme politik yang matang.

Jika ia mampu mengonsolidasikan basis pemilih muda, terutama di daerah-daerah kunci, ia akan menjadi instrumen vital dalam mendulang suara bagi PAN di Pemilu 2029 mendatang,” tambahnya.

Langkah Awal: Konsolidasi dan Digitalisasi Kader

​Terkait program kerja, Slamet Ariyadi diprediksi akan langsung tancap gas. Lutfi Nasution, yang juga Aktivis 98 ini, menyoroti bahwa 100 hari pertama kepemimpinan Slamet kemungkinan besar akan difokuskan pada penguatan infrastruktur digital organisasi.

​”Slamet Ariyadi memahami betul bahwa bahasa pemilih muda tahun 2029 adalah bahasa teknologi dan keterlibatan aktif. Saya melihat dalam 100 hari ke depan, ia akan fokus pada dua hal: restrukturisasi kader hingga ke level akar rumput dan digitalisasi program kerja BM PAN agar lebih relevan dengan gaya hidup generasi baru,” jelas Lutfi.

​Lutfi menilai langkah ini adalah bagian dari persiapan jangka panjang untuk mengubah citra partai menjadi lebih dinamis dan solutif terhadap isu-isu krusial seperti lapangan kerja, ekonomi kreatif, dan isu lingkungan yang menjadi perhatian utama generasi Z dan Alpha saat ini.

​”Dengan latar belakangnya di PMII dan organisasi kemahasiswaan, Slamet memiliki insting untuk melakukan mobilisasi massa yang organik.

Jika ini disinergikan dengan arahan strategis DPP PAN di bawah Zulkifli Hasan, BM PAN akan menjadi mesin elektoral yang sangat menakutkan bagi lawan politik pada Pemilu 2029,” terang Lutfi.

Fokus Utama: Ruang Kreativitas untuk Kompetisi Global

​Selain penguatan organisasi, Slamet Ariyadi telah mengisyaratkan bahwa kepemimpinannya akan memprioritaskan penyediaan ruang seluas-luasnya bagi anak muda untuk mengaktualisasikan diri.

Baginya, BM PAN harus bertransformasi menjadi inkubator bagi generasi muda dalam menjawab tantangan zaman.

​”Slamet Ariyadi menekankan pentingnya BM PAN sebagai wadah bagi anak muda untuk mengasah minat dan bakat di berbagai sektor, mulai dari ekonomi kreatif, teknologi, hingga diplomasi. Ia tidak ingin anak muda hanya menjadi objek politik, melainkan subjek yang kompetitif di kancah global,” ungkap Lutfi Nasution saat menganalisis arah kebijakan tersebut.

​Lutfi menilai, inisiatif ini merupakan jawaban atas kekhawatiran generasi muda akan ketatnya persaingan di pasar kerja global.

Dengan memberikan akses pelatihan, ruang kolaborasi, dan jaringan yang kuat, BM PAN di bawah kepemimpinan Slamet Ariyadi berpotensi menjadi “jembatan emas” bagi talenta-talenta muda Indonesia.

​”Ini adalah strategi yang sangat relevan. Jika BM PAN mampu menjadi katalisator bagi pengembangan bakat anak muda, maka kepercayaan publik terhadap PAN akan meningkat secara signifikan.

Anak muda tidak hanya akan melihat partai sebagai tempat berpolitik, tetapi sebagai rumah untuk tumbuh dan berkembang menghadapi persaingan global yang semakin berat,” tutup Lutfi.

​Estafet Kepemimpinan

Dalam pidato perdananya, Slamet Ariyadi berkomitmen untuk membawa BM PAN menjadi wadah kreatif bagi kaum muda sekaligus garda terdepan dalam menjaga marwah partai.

Ia menegaskan akan segera melakukan restrukturisasi dan penguatan di tingkat wilayah untuk memastikan mesin organisasi berjalan optimal.

​Terpilihnya Slamet Ariyadi di Kongres VII ini diharapkan tidak hanya menguatkan internal BM PAN, tetapi juga meningkatkan elektabilitas PAN di mata pemilih pemula dan milenial yang akan mendominasi panggung demokrasi Indonesia di tahun 2029.(Red/Ed)

Sumber : Divisi Humas MIO Indonesia DKI Jakarta

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *