Zulhas Soroti Gunungan Sampah Bantar Gebang, Proyek Energi Listrik Dipercepat Dorong Pembangunan PSEL di Jakarta

Nasional168 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mempercepat pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (waste to energy). Langkah ini dinilai sebagai upaya konkret dalam menjawab kondisi darurat sampah yang kian membebani ibu kota.

Penandatanganan kesepakatan tersebut turut melibatkan berbagai pihak, termasuk dukungan dari sektor investasi, guna memastikan proyek berjalan cepat dan terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa persoalan sampah di Jakarta telah lama menjadi perhatian serius pemerintah, bahkan mendapat sorotan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
“Penanganannya harus cepat, terkoordinasi, dan terintegrasi dari hulu ke hilir. Jakarta ini bahkan mendapat perhatian khusus dari Presiden,” ujar Zulkifli dalam keterangannya di Jakarta, (4/6/2026).

Ia mengungkapkan, produksi sampah di Jakarta saat ini mencapai sekitar 9.000 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 87 persen masih bergantung pada sistem open dumping, terutama di TPST Bantar Gebang yang kapasitasnya telah jauh terlampaui.
Menurutnya, kondisi di lapangan sudah sangat mengkhawatirkan. “Kalau dilihat, ketinggian timbunan di Bantar Gebang itu sudah seperti gedung belasan lantai,” katanya.

Sebagai solusi, pemerintah mendorong percepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) melalui Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025. Untuk wilayah Jakarta, dua lokasi utama yang diusulkan adalah di kawasan Bantar Gebang dan Kamal Muara.

Zulkifli menambahkan, penandatanganan MoU dengan pihak investor, termasuk Danantara, menjadi simbol komitmen bersama dalam mengubah persoalan sampah menjadi sumber energi yang bernilai ekonomis.

Ia menargetkan, dalam kurun waktu dua tahun ke depan, dampak dari penumpukan sampah yang selama ini dirasakan masyarakat dapat mulai teratasi secara signifikan.
“Ini bukan sekadar tanda tangan, tapi kontrak dengan jutaan warga Jakarta. Sampah yang menumpuk dan berbau itu akan diubah menjadi listrik yang bermanfaat,” tegasnya.

Proyek ini diharapkan tidak hanya mengurangi beban lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari transisi energi bersih di Indonesia, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat perkotaan.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *