Indonesia dan Jepang Sepakati Kerja Sama Pertahanan, Termasuk Latihan Militer dan Alutsista

Nasional159 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Pemerintah Indonesia dan Jepang resmi menyepakati penguatan kerja sama di bidang pertahanan melalui penandatanganan defense cooperation arrangement (DCA). Kesepakatan ini mencakup berbagai aspek strategis, mulai dari latihan militer bersama hingga kolaborasi dalam pengembangan alat utama sistem persenjataan (alutsista).

Kesepakatan tersebut diumumkan dalam pertemuan antara Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Pertahanan Jepang Koizumi Shinjiro yang digelar di kantor Kementerian Pertahanan di Jakarta pada (4/5/2026).

Koizumi menegaskan bahwa kerja sama ini memiliki arti penting di tengah dinamika global yang semakin kompleks. Ia menyinggung meningkatnya ketegangan internasional, termasuk situasi di Iran, sebagai latar belakang perlunya kolaborasi strategis antarnegara.

“Di tengah situasi internasional yang semakin kompleks dan tegang, pendalaman kerja sama di bidang pertahanan antara Jepang dan Indonesia yang sama-sama merupakan negara maritim dengan nilai dasar yang sejalan akan memberikan kontribusi besar bagi perdamaian dan stabilitas kawasan,” ujar Koizumi.

Ia menjelaskan bahwa kerja sama ini akan difokuskan pada sejumlah bidang utama, termasuk keamanan maritim, latihan militer gabungan, serta pengembangan dan transfer teknologi pertahanan.

Menurutnya, diskusi lanjutan akan dilakukan untuk merumuskan langkah-langkah konkret dari kolaborasi tersebut.
Koizumi juga menilai penandatanganan DCA ini sebagai tonggak penting dalam hubungan bilateral kedua negara, khususnya di sektor pertahanan.
“Kesepakatan ini akan menjadi kompas besar dalam menentukan arah kerja sama pertahanan Jepang dan Indonesia ke depan. Ini merupakan tonggak sejarah yang sangat krusial,” tambahnya.

Sementara itu, Sjafrie Sjamsoeddin menekankan bahwa kerja sama ini tidak hanya terbatas pada aspek militer, tetapi juga mencakup dimensi kemanusiaan.

Ia menyebut kedua negara akan memperkuat koordinasi dalam penanganan bencana alam serta kerja sama kemanusiaan lainnya.
“Kami akan melakukan pertukaran pandangan secara konstruktif mengenai pembangunan pertahanan kedua negara. Selain itu, kerja sama ini juga mencakup hubungan kemanusiaan dan upaya bersama dalam menghadapi bencana alam,” kata Sjafrie.

Kesepakatan ini diharapkan dapat mempererat hubungan strategis antara Indonesia dan Jepang, sekaligus memperkuat stabilitas keamanan di kawasan Indo-Pasifik.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *