Kemensos Pastikan Lulusan Sekolah Rakyat Tak Berhenti di Ijazah SMA, Lanjut Kuliah atau Siap Masuk Dunia Kerja

Berita40 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan setiap lulusan Sekolah Rakyat jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) tidak akan berhenti hanya sampai memperoleh ijazah.

Pemerintah menyiapkan dua jalur masa depan bagi para lulusan, yakni melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau langsung memasuki dunia kerja sebagai tenaga terampil.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa Sekolah Rakyat dirancang sebagai program pendidikan yang mampu memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Jadi nanti lulusannya seperti ini, tidak boleh lulus SMA berhenti. Mau kuliah atau mau menjadi pekerja terampil,” ujar Gus Ipul saat membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 bagi siswa baru di Sekolah Rakyat permanen Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, sebagaimana dikutip dari laman Kementerian Sosial, pada (17/7/2026).

Menurut Gus Ipul, pemerintah akan memberikan pendampingan sesuai dengan pilihan masing-masing siswa. Bagi lulusan yang ingin melanjutkan pendidikan, pemerintah akan membantu akses menuju perguruan tinggi.

Sementara bagi yang memilih bekerja, Kemensos akan membekali mereka dengan keterampilan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri.

Tak hanya itu, pemerintah juga membuka peluang kerja di luar negeri bagi lulusan Sekolah Rakyat. Untuk mendukung hal tersebut, para siswa akan dipersiapkan melalui pelatihan bahasa asing dan peningkatan kompetensi agar mampu bersaing di pasar kerja internasional.

Pemerintah Kabupaten Sragen turut menyatakan dukungannya terhadap program Sekolah Rakyat. Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, mengatakan pihaknya akan menyediakan program pendampingan khusus bagi lulusan dari keluarga kurang mampu agar memiliki kesempatan masuk ke sekolah-sekolah kedinasan.

“Kami di Pemerintah Kabupaten Sragen sudah mendiskusikan bahwa anak-anak dari keluarga yang tidak mampu nanti akan kami sediakan kursus khusus untuk bisa masuk ke sekolah-sekolah ikatan kedinasan,” ujar Sigit.

Ia optimistis program Sekolah Rakyat akan melahirkan generasi unggul yang mampu menjadi pemimpin bangsa pada masa mendatang.

“Saya yakin juga suatu saat kelak akan ada menteri yang lahir dari lulusan Sekolah Rakyat,” katanya.

Pemerintah juga telah menyiapkan berbagai program pendukung bagi lulusan Sekolah Rakyat. Berdasarkan informasi yang telah dipublikasikan sebelumnya, siswa jenjang SMA akan mendapatkan pendampingan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri maupun swasta, termasuk melalui berbagai skema beasiswa.

Selain itu, tersedia pula jalur pendidikan vokasi dan pelatihan kerja yang disesuaikan dengan minat, bakat, serta potensi masing-masing siswa.

Pemerintah akan menerapkan talent mapping atau pemetaan bakat sebagai dasar dalam menentukan arah pengembangan kemampuan peserta didik.

Dalam rangka memperluas kesempatan kerja, pemerintah juga akan menjalin kerja sama dengan berbagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta perusahaan swasta untuk menyediakan lapangan pekerjaan yang sesuai dengan kompetensi lulusan.

Melalui program tersebut, Sekolah Rakyat diharapkan tidak hanya memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, tetapi juga menjadi sarana untuk mencetak sumber daya manusia yang berdaya saing, mandiri, serta mampu meningkatkan taraf hidup keluarganya melalui pendidikan maupun dunia kerja.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *