Menhut Raja Juli Antoni: Hutan Lestari Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Baru Lewat Green Growth

Berita42 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan bahwa pengelolaan hutan Indonesia ke depan tidak lagi hanya berorientasi pada pelestarian lingkungan, tetapi juga harus mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

Melalui konsep green growth atau pertumbuhan hijau, sektor kehutanan diharapkan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru (new engine of growth) yang mampu menciptakan lapangan kerja sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa mengorbankan kelestarian hutan.

Pernyataan tersebut disampaikan Raja Juli Antoni saat membuka Sosialisasi Revisi II Rencana Kehutanan Tingkat Nasional (RKTN) 2011–2030 di Kantor Kementerian Kehutanan, Jakarta.

Dalam kesempatan itu, ia menekankan bahwa penyusunan RKTN telah melibatkan berbagai kementerian, lembaga, pemerintah daerah, akademisi, hingga pemangku kepentingan lainnya sebagai upaya memperkuat arah pembangunan kehutanan yang berkelanjutan.

Menurut Raja Juli Antoni, perencanaan yang matang tidak akan memberikan hasil maksimal apabila tidak diikuti dengan pelaksanaan yang konsisten. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk menjalankan setiap program sesuai dengan rencana yang telah disusun.

“Yang paling penting dari sebuah perencanaan adalah pelaksanaannya. Bagaimana kita bisa konsisten, kita bisa istikamah berjalan pada apa yang sudah kita rencanakan ini,” ujar Raja Juli Antoni dalam keterangannya di Jakarta, pada (8/7/2026).

Ia menjelaskan bahwa RKTN menjadi instrumen strategis dalam mewujudkan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan.

Menurutnya, pembangunan nasional harus terus berjalan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja, namun tetap menempatkan kelestarian hutan sebagai fondasi utama.

“Hutan tetap lestari atau wajib lestari. Tanggung jawab utama kementerian ini adalah menjaga kelestarian hutan untuk masa depan bangsa ini, bahkan masa depan dunia. Pada saat yang sama pembangunan tidak boleh berhenti. Kita membutuhkan pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja, tetapi semuanya harus dilakukan melalui konsep pertumbuhan hijau,” tegasnya.

Lebih lanjut, Raja Juli Antoni menyampaikan bahwa pemerintah telah membuka babak baru dalam pengelolaan kehutanan melalui pengembangan perdagangan karbon. Kebijakan tersebut dinilai menjadi salah satu instrumen penting yang memungkinkan kawasan hutan tetap terjaga sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat, pelaku usaha, dan negara melalui mekanisme ekonomi berbasis lingkungan.

Menurutnya, pengembangan sektor kehutanan berbasis ekonomi hijau juga akan mendorong investasi ramah lingkungan, memperkuat komitmen Indonesia dalam menghadapi perubahan iklim, serta menciptakan sumber-sumber pendapatan baru yang berkelanjutan.

Di akhir sambutannya, Raja Juli Antoni mengingatkan seluruh jajaran pemerintah dan para pemangku kepentingan agar tetap konsisten menjalankan rencana yang telah disepakati.

Ia menegaskan terdapat tiga tujuan utama yang harus dicapai dalam pembangunan kehutanan nasional, yakni menjaga kelestarian hutan, memastikan pembangunan ekonomi tetap berjalan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pesan saya sederhana, yaitu konsisten dengan apa yang telah direncanakan. Dengan begitu kita dapat mewujudkan tiga hal sekaligus, yaitu hutan wajib lestari, pembangunan tidak boleh berhenti, dan kesejahteraan masyarakat harus terus meningkat,” pungkasnya.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *