Menpora Erick Thohir dan Mendiktisaintek Brian Yuliarto Teken MoU, Perkuat Pembinaan Atlet Mahasiswa dan Ekosistem Olahraga Nasional

Nasional67 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Pemerintah terus mendorong sinergi lintas sektor guna memperkuat ekosistem olahraga nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir dengan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto terkait pengembangan sumber daya manusia serta pembinaan olahraga di lingkungan perguruan tinggi.

Penandatanganan MoU berlangsung di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, di Jakarta, pada (17/4/2026).

Kerja sama ini diharapkan mampu memperkuat pembinaan atlet mahasiswa atau student athlete sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas olahraga di kampus.

Menpora Erick Thohir menegaskan bahwa kolaborasi antar kementerian menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya di bidang olahraga nasional.

Menurutnya, kampus memiliki peran strategis sebagai tempat lahirnya atlet-atlet potensial yang dapat dibina secara berkelanjutan.
“Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang terus mendorong para kementerian untuk menguatkan sinergi, sehingga kita terus memperbaiki pelayanan publik dan menghasilkan capaian yang maksimal,” ujar Erick.

Ia menambahkan, kerja sama ini lahir dari kesamaan visi antara Kemenpora dan Kemendiktisaintek untuk membangun sistem keolahragaan berbasis pendidikan tinggi. Mahasiswa yang memiliki bakat olahraga diharapkan tetap dapat mengembangkan prestasi tanpa mengabaikan pendidikan akademik.

“Saya sangat mengapresiasi inisiasi kerja sama ini. Kami bersama sepakat membangun keolahragaan, termasuk talenta atlet yang bisa kita jaga melalui fasilitas pendidikan tinggi,” kata Erick.

Selain pembinaan atlet mahasiswa di dalam negeri, MoU tersebut juga membuka peluang pengembangan pendidikan bagi atlet di luar negeri melalui skema beasiswa maupun program akademik internasional.
Sementara itu, Mendiktisaintek Brian Yuliarto menilai perguruan tinggi perlu didorong menjadi pusat pengembangan olahraga dan gaya hidup sehat bagi mahasiswa.

Menurutnya, kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai wadah lahirnya atlet-atlet potensial nasional.
“Kita tahu ada ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional. Saya yakin banyak atlet potensial yang lahir dari kompetisi itu. Kita ingin mahasiswa memiliki kebiasaan untuk berolahraga, hidup sehat,” ujarnya.

Brian juga menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki kapasitas besar untuk mengelola sarana olahraga secara profesional. Dengan dukungan sivitas akademika yang luas, fasilitas olahraga kampus dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh mahasiswa, dosen, maupun atlet binaan.

“Betul sekali bahwa kampus-kampus sangat mungkin untuk melakukan pengelolaan sarana olahraga, karena tentu kampus dengan entitas akademika yang banyak bisa menjadi objek ataupun pengguna yang nantinya bisa memanfaatkan sarana-sarana olahraga,” jelasnya.

Melalui kerja sama ini, pemerintah berharap lahir sistem pembinaan olahraga yang terintegrasi antara pendidikan dan prestasi. Sinergi tersebut dinilai penting untuk mencetak generasi muda unggul yang tidak hanya berprestasi di bidang akademik, tetapi juga mampu bersaing di level nasional maupun internasional melalui olahraga.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *