Mensesneg: Pemerintah dan Himbara Pastikan Fundamental Ekonomi Serta Perbankan Nasional Tetap Kuat

Berita82 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Pemerintah bersama Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menegaskan bahwa kondisi fundamental ekonomi Indonesia dan sektor perbankan nasional saat ini berada dalam kondisi yang kuat.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam forum diskusi yang difasilitasi oleh Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada (9/6/2026).

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan apresiasi kepada DPR RI, khususnya kepada Sufmi Dasco Ahmad, yang telah memfasilitasi dialog antara pemerintah, pelaku industri perbankan, dan pemangku kepentingan lainnya guna membahas perkembangan sektor keuangan dan pasar modal Indonesia.

Menurut Prasetyo, forum tersebut menjadi sarana penting untuk memperkuat koordinasi antar lembaga dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika perekonomian global.

“Terima kasih kepada Mas Dasco yang sekali lagi hari ini memfasilitasi diskusi. Jika sebelumnya kita berdiskusi mengenai sektor energi dan sumber daya mineral, hari ini kita berkumpul dan berdiskusi mengenai sektor perbankan. Alhamdulillah, sebagaimana telah disampaikan, fundamental ekonomi Indonesia, termasuk dari sisi perbankan, berada dalam kondisi yang sangat kuat,” ujar Prasetyo.

Prasetyo juga menyampaikan penghargaan kepada Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, beserta seluruh jajaran direksi bank-bank anggota Himbara yang terus menjaga kinerja industri perbankan nasional.

Selain itu, ia mengapresiasi kontribusi berbagai lembaga keuangan negara seperti Taspen, BPJS, dan Indonesia Investment Authority (INA) yang dinilai berperan penting dalam menjaga kepercayaan pasar.
Ia menekankan bahwa sinergi dan komunikasi yang intensif antar lembaga menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi ke depan.

“Kami berterima kasih kepada Pak Dony beserta seluruh jajaran Himbara, kemudian Taspen, BPJS, dan INA sebagai pelaku pasar yang terus berkoordinasi dan berdiskusi. Kita semua bekerja keras untuk mengatasi berbagai tantangan ekonomi demi mewujudkan kondisi yang stabil dan sesuai harapan masyarakat,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Himbara, Putrama Wahju Setyawan, melaporkan kepada pimpinan DPR mengenai perkembangan kinerja emiten-emiten perbankan yang tergabung dalam Himbara.

Putrama menegaskan bahwa seluruh indikator utama menunjukkan tren yang positif. Menurutnya, kondisi fundamental perbankan BUMN saat ini berada pada level yang sangat sehat dan bahkan mencatatkan performa terbaik dalam beberapa waktu terakhir.

“Kami melaporkan kepada pimpinan DPR mengenai kinerja emiten Himbara. Dapat kami sampaikan bahwa secara fundamental kinerja Himbara sangat baik dan saat ini merupakan salah satu periode kinerja terbaik yang pernah dicapai,” ujarnya.

Sebagai indikator, Putrama mengungkapkan bahwa pertumbuhan kredit rata-rata bank-bank anggota Himbara mencapai sekitar 20 persen. Angka tersebut mencerminkan tingginya aktivitas pembiayaan yang diberikan kepada masyarakat dan dunia usaha, sekaligus menunjukkan kuatnya permintaan kredit di sektor riil.

Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa sektor perbankan nasional masih memiliki daya tahan yang kuat serta mampu mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan.

“Pertumbuhan kredit rata-rata di Himbara berada di kisaran 20 persen. Oleh karena itu, kami ingin menyampaikan kepada masyarakat dan pelaku pasar bahwa tidak perlu ada kekhawatiran terhadap kondisi fundamental perbankan maupun pasar modal saat ini,” jelas Putrama.

Pernyataan pemerintah dan Himbara tersebut sekaligus menjadi respons terhadap berbagai dinamika yang terjadi di pasar keuangan dalam beberapa waktu terakhir.

Pemerintah menilai bahwa koordinasi yang erat antara regulator, lembaga keuangan negara, perbankan, dan DPR RI akan terus diperkuat guna menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.

Dengan kondisi permodalan yang kuat, pertumbuhan kredit yang tetap tinggi, serta dukungan berbagai lembaga keuangan negara, pemerintah optimistis perekonomian Indonesia tetap memiliki fondasi yang kokoh untuk menghadapi tantangan global dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi pada tahun 2026.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *