Menteri PU Dody Hanggodo: Inpres Irigasi Perkuat Infrastruktur Pertanian Nasional, Jamin Pasokan Air Pertanian Lebih Merata

Berita35 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan bahwa pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) terkait pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi menjadi langkah strategis pemerintah untuk menjamin pasokan air bagi lahan pertanian secara lebih merata.

Penguatan infrastruktur irigasi dinilai menjadi salah satu faktor utama dalam menjaga ketahanan pangan nasional dan meningkatkan produktivitas sektor pertanian.

Menurut Dody, keberadaan jaringan irigasi yang andal memberikan kepastian ketersediaan air bagi petani, termasuk saat musim kemarau. Dengan pasokan air yang terjaga, petani dapat meningkatkan intensitas tanam, hasil panen, serta efisiensi usaha tani.

“Seluruh capaian ini merupakan wujud komitmen Kementerian PU dalam memastikan infrastruktur mendukung ketahanan pangan, pendidikan, dan pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Dody di Jakarta, pada (30/6/2026).

Pemerintah terus memperkuat upaya mewujudkan swasembada pangan melalui pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur irigasi di berbagai daerah. Melalui Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan, Peningkatan, Rehabilitasi, Operasi, dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi, Kementerian PU melaksanakan rehabilitasi jaringan irigasi sekunder sepanjang 920 meter di Daerah Irigasi (DI) Cihanjawar Cikupa, Kecamatan Sukamakmur.

Rehabilitasi tersebut memberikan manfaat langsung bagi sektor pertanian dengan mengairi sekitar 110 hektare lahan sawah. Selain itu, distribusi air menjadi lebih merata sehingga mendukung aktivitas pertanian empat kelompok tani (Poktan) di wilayah tersebut.

Dody menjelaskan, peningkatan kualitas jaringan irigasi telah berdampak pada naiknya Indeks Pertanaman (IP) dari rata-rata 200 menjadi 300. Peningkatan tersebut menunjukkan petani kini mampu melakukan penanaman dan panen hingga tiga kali dalam setahun, dibandingkan sebelumnya yang rata-rata hanya dua kali.

Jaringan irigasi DI Cihanjawar Cikupa pada dasarnya merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten Bogor. Namun, rehabilitasi dilakukan oleh Kementerian PU melalui program Inpres Nomor 2 Tahun 2025 pada Tahun Anggaran 2025 sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap percepatan pembangunan infrastruktur pertanian di daerah.

Setelah pekerjaan selesai, pada Juni 2026 Kementerian PU telah menyerahkan hibah aset hasil rehabilitasi kepada Pemerintah Kabupaten Bogor agar pengelolaan dan pemeliharaan jaringan irigasi dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Tidak hanya di Kecamatan Sukamakmur, Kementerian PU juga merehabilitasi jaringan irigasi di sejumlah wilayah lain di Kabupaten Bogor, antara lain di Kecamatan Klapanunggal, Kemang, dan Caringin.
Total panjang jaringan yang direhabilitasi mencapai 1,91 kilometer dengan cakupan layanan irigasi untuk sekitar 338 hektare lahan persawahan.

Pemerintah berharap peningkatan kualitas infrastruktur irigasi di berbagai daerah mampu memperkuat ketahanan pangan nasional, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan produktivitas sektor pertanian.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *