Pemprov DKI Salurkan 220 Hewan Kurban, Warga Korban Kebakaran Taman Sari Jadi Prioritas

Berita35 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyalurkan sebanyak 220 hewan kurban dalam rangka perayaan Idul Adha 1447 Hijriah atau tahun 2026. Hewan kurban tersebut diprioritaskan untuk membantu warga yang terdampak kebakaran besar di kawasan Taman Sari, Jakarta Barat, yang terjadi pada September 2025.

Penyaluran hewan kurban tersebut terdiri atas 210 ekor sapi dan 10 ekor kambing yang akan didistribusikan ke berbagai wilayah di Jakarta, termasuk lokasi-lokasi yang menjadi prioritas sosial dan kemanusiaan.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengatakan jumlah hewan kurban yang disalurkan tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Menurutnya, peningkatan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat solidaritas sosial dan membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Tahun ini Pemprov DKI Jakarta menyalurkan 210 ekor sapi dan 10 ekor kambing. Angka ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Rano Karno saat menghadiri kegiatan penyerahan hewan kurban di Balai Kota DKI Jakarta, pada (26/5/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Rano Karno menyerahkan secara simbolis hewan kurban atas nama Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, kepada warga di kawasan Jalan Ibrahim, Gang Langgar, Taman Sari, Jakarta Barat. Lokasi tersebut merupakan salah satu wilayah yang terdampak kebakaran besar tahun lalu dan masih dalam proses pemulihan.

Selain menyerahkan hewan kurban atas nama pemerintah daerah, Rano juga menyalurkan sapi kurban miliknya secara pribadi kepada warga di Jalan Hidup Baru 3, Gang Haji Jeni, Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

“Sekarang saya hanya di dua titik. Namun secara keseluruhan, hampir 210 ekor sapi sudah kami distribusikan ke berbagai wilayah di Jakarta,” katanya.

Program penyaluran hewan kurban tahun ini tidak hanya menjadi bagian dari perayaan Idul Adha, tetapi juga menjadi wujud kepedulian Pemprov DKI Jakarta terhadap warga yang masih merasakan dampak kebakaran Taman Sari.

Melalui pembagian daging kurban, pemerintah berharap dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekaligus mempererat semangat gotong royong dan kebersamaan.

Pemerintah daerah juga memastikan bahwa proses distribusi dilakukan secara merata dan tepat sasaran agar manfaat kurban dapat dirasakan oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Untuk menjamin keamanan dan kualitas hewan kurban, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan tim khusus yang bertugas melakukan pemeriksaan kesehatan hewan sebelum dan sesudah penyembelihan.
Selain itu, petugas penyembelihan halal juga diterjunkan guna memastikan seluruh proses pelaksanaan kurban berjalan sesuai dengan syariat Islam dan standar kesehatan yang berlaku.

Rano Karno menegaskan bahwa tidak akan ada toleransi bagi hewan kurban yang dinyatakan tidak memenuhi persyaratan kesehatan.
“Apabila ditemukan hewan yang mungkin tidak lolos pemeriksaan, tidak boleh ada toleransi untuk tetap dikurbankan. Hewan tersebut harus disisihkan dan tidak boleh disembelih,” tegasnya.

Melalui program kurban tahun ini, Pemprov DKI Jakarta menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya bagi warga yang sedang menghadapi kesulitan akibat bencana maupun kondisi sosial ekonomi tertentu.

Penyaluran ratusan hewan kurban tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi ribuan warga serta memperkuat nilai kepedulian sosial yang menjadi semangat utama Idul Adha.

Dengan meningkatnya jumlah hewan kurban yang disalurkan pada tahun 2026, Pemprov DKI Jakarta berharap tradisi berbagi dan semangat kebersamaan dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, sekaligus menjadi sarana mempererat hubungan antara pemerintah dan warga Jakarta.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *