Pemprov DKI Usulkan Pembangunan 11 Rusun Baru Pada 2027 Untuk Perluas Akses Hunian Terjangkau, Ini Daftar Lokasinya

Berita84 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana membangun 11 rumah susun (rusun) baru pada 2027 sebagai upaya memperluas penyediaan hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat.

Proyek tersebut saat ini masih dalam tahap pengusulan kepada Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) agar memperoleh dukungan melalui Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan pemerintah pusat.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) DKI Jakarta, Kelik Indriyanto, mengatakan usulan pembangunan 11 rusun tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan perumahan di Jakarta.

“Terkait 11 rusun tersebut sedang proses pengusulan ke Kementerian PKP. Besar harapan dapat didukung penuh melalui Program 3 Juta Rumah sebagai portofolio bersama antara Pemerintah Pusat dan Daerah,” ujar Kelik dalam keterangannya, pada (27/6/2026).

Menurut Kelik, pembangunan rusun menjadi salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan hunian masyarakat di tengah keterbatasan lahan di Ibu Kota.

Selain diperuntukkan bagi masyarakat yang masuk kategori program pemerintah, rusun tersebut juga akan dapat dihuni oleh masyarakat umum sesuai ketentuan yang diatur dalam Pergub DKI Jakarta Nomor 111 Tahun 2024.

“Sasaran penghunian rusunawa adalah masyarakat terprogram dan masyarakat umum sesuai Pergub Nomor 111 Tahun 2024,” katanya.

Adapun 11 lokasi yang diusulkan untuk pembangunan rusun baru meliputi:

1. Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara.
2. Marunda Cluster C, Cilincing, Jakarta Utara.
3. Komarudin, Cakung, Jakarta Timur.
4. Rorotan IX, Cilincing, Jakarta Utara.
5. Cakung KM 2, Jakarta Timur.
6. Tongkol Tahap III, Pademangan, Jakarta Utara.
7. Marunda Cluster A, Jakarta Utara.
8. Marunda Cluster B, Jakarta Utara.
9. Semper Cakung Drain, Semper, Jakarta Utara.
10. Bojong Indah, Cengkareng, Jakarta Barat.
11. Daan Mogot KM 18, Jakarta Barat.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan bahwa pembangunan 11 rusun tersebut telah mendapat persetujuan dalam pembahasan anggaran Pemprov DKI Jakarta untuk tahun depan.

“Tadi kebetulan kami rapat mengenai anggaran. Dalam rapat anggaran, saya sudah menyetujui untuk tahun depan ini kita bangun 11 rusun baru yang besar untuk memberikan kemudahan secara terbuka dan transparan bagi siapa pun untuk memilikinya ataupun menyewanya,” ujar Pramono.

Pramono menilai pembangunan hunian vertikal merupakan kebutuhan mendesak bagi Jakarta mengingat semakin terbatasnya ketersediaan lahan dan terus meningkatnya harga properti.

Menurutnya, kepemilikan rumah tapak di Jakarta semakin sulit dijangkau oleh masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah, sehingga pengembangan rumah susun menjadi solusi yang harus diprioritaskan.

“Karena nggak mungkin Jakarta ini orang bisa memiliki lahan kecuali orang yang mampu, yang landed. Maka housing yang vertikal inilah yang menjadi kata kunci untuk itu,” katanya.

Melalui pembangunan 11 rusun baru tersebut, Pemprov DKI Jakarta berharap dapat memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak, terjangkau, dan berada di lokasi strategis, sekaligus mendukung penataan kawasan perkotaan yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Program ini juga diharapkan menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mengurangi backlog perumahan serta meningkatkan kualitas hidup warga Jakarta.

Ervinna

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *