Pramono Anung Ingin Rumah Sakit di DKI Jakarta Jadi Pilihan Utama Berobat Dengan Standar Internasional, Warga Tak Lagi ke Penang dan Singapura

Berita66 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan Mayapada Hospital Jakarta Timur pada (9/7/2026). Peresmian rumah sakit tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan agar mampu bersaing di tingkat internasional dan menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia.

Dalam sambutannya, Pramono berharap kehadiran Mayapada Hospital Jakarta Timur dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat, sekaligus meningkatkan derajat kesehatan warga Jakarta.

“Hari ini saya resmikan Mayapada Hospital Jakarta Timur, dan mudah-mudahan ini membawa kebaikan, berkah, terutama membuat masyarakat Jakarta semakin sehat, semakin bahagia,” ujar Pramono.

Pramono menegaskan bahwa Jakarta harus memiliki rumah sakit dengan fasilitas, teknologi, dan pelayanan bertaraf internasional sehingga masyarakat tidak lagi merasa perlu mencari pengobatan ke luar negeri, seperti ke George Town maupun Singapura.

Menurutnya, rumah sakit di Jakarta harus menjadi pusat rujukan dengan kualitas layanan yang mampu bersaing dengan rumah sakit terbaik di kawasan Asia Tenggara.

“Saya berharap Rumah Sakit Mayapada ini menjadi rumah sakit internasional yang benchmark-nya bukan lagi rumah sakit di Indonesia, tetapi rumah sakit kelas dunia. Warga yang selama ini memilih berobat ke Penang atau Singapura, tidak perlu lagi jauh-jauh. Di Jakarta saja, fasilitasnya sudah sangat baik dan lengkap,” katanya.

Selain meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, Pramono menilai keberadaan rumah sakit berstandar internasional juga akan memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional.

Menurutnya, semakin banyak masyarakat yang berobat di dalam negeri, semakin besar pula penghematan devisa negara yang selama ini mengalir ke luar negeri untuk biaya pengobatan.

“Saya berharap kehadiran Mayapada di Jakarta membuat masyarakat merasa nyaman berobat di dalam negeri. Dengan fasilitas, teknologi, dan pelayanan yang sangat baik, masyarakat tidak perlu lagi mengeluarkan biaya besar untuk berobat ke luar negeri. Ini juga akan membantu mengurangi keluarnya devisa Indonesia,” jelasnya.

Pramono mengungkapkan bahwa Mayapada Hospital Jakarta Timur memiliki kapasitas awal sebanyak 107 tempat tidur dan memberikan fokus pelayanan pada kesehatan ibu dan anak, selain layanan medis spesialis lainnya.

Menurutnya, pembangunan rumah sakit tersebut sangat dibutuhkan, mengingat wilayah Cakung merupakan kecamatan dengan jumlah penduduk terbesar kedua di Jakarta setelah Tambora, sementara kebutuhan terhadap fasilitas kesehatan terus meningkat.

Ia juga menyebutkan bahwa saat ini Jakarta memiliki sekitar 195 rumah sakit yang dikelola oleh berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah pusat, swasta, hingga rumah sakit milik TNI dan Polri.

Pramono menekankan pentingnya koordinasi seluruh fasilitas kesehatan tersebut agar pelayanan kesehatan di Jakarta semakin optimal.

“Yang paling penting adalah apabila seluruh rumah sakit dapat terkoordinasi dengan baik, maka pelaksanaan Universal Healthcare Jakarta yang saat ini telah mencapai sekitar 98,74 persen dapat terus dipertahankan, bahkan ditingkatkan,” tuturnya.

Dengan hadirnya Mayapada Hospital Jakarta Timur, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap akses masyarakat terhadap layanan kesehatan berkualitas semakin mudah, sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat layanan kesehatan modern yang mampu mengurangi ketergantungan masyarakat Indonesia terhadap layanan medis di luar negeri.

Ervinna

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *