Pramono Anung Siapkan Pembenahan Menyeluruh Kelapa Gading, Dari Jalan Bergelombang Hingga Penanganan Banjir

Berita121 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyiapkan penataan menyeluruh kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, dengan memprioritaskan perbaikan jalan bergelombang, pembenahan bundaran Kelapa Gading, serta pengendalian banjir melalui normalisasi Sungai Cakung Lama. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk meningkatkan kualitas infrastruktur, memperbaiki lingkungan perkotaan, dan mengurangi persoalan yang selama ini mengganggu kenyamanan warga.
Pramono mengatakan, penataan kawasan Kelapa Gading kini lebih memungkinkan dilakukan karena sebagian besar fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum) di wilayah tersebut telah diserahkan kepada Pemprov DKI Jakarta. Status aset yang telah diserahkan itu menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung percepatan pembenahan kawasan.
“Kami juga bersyukur bahwa sekarang ini fasos-fasum yang ada di Kelapa Gading hampir sebagian besar sudah diserahkan kepada Pemprov DKI Jakarta,” kata Pramono saat meninjau pembangunan jalan tembus Pulogadung-Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada (9/10/2026).

Menurut Pramono, pembenahan Kelapa Gading tidak hanya berfokus pada satu titik infrastruktur, tetapi mencakup sejumlah persoalan yang saling berkaitan, mulai dari kondisi jalan hingga sistem pengendalian banjir.

Pemerintah daerah, kata dia, akan segera melakukan penataan fasilitas umum sekaligus memperbaiki jalan-jalan yang kondisinya bergelombang.

“Kami segera melakukan penataan fasos-fasum Kelapa Gading dan juga sekaligus perbaikan jalan-jalan yang ada, karena hampir semua jalan di Kelapa Gading ini kan bergelombang,” ujarnya.

Kondisi jalan yang tidak rata menjadi salah satu persoalan infrastruktur yang perlu mendapat perhatian dalam penataan kawasan tersebut.

Perbaikan jalan diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, sekaligus mendukung kelancaran aktivitas masyarakat di salah satu kawasan perkotaan Jakarta Utara itu.

Pembenahan Bundaran Kelapa Gading

Selain perbaikan jalan, Pemprov DKI Jakarta juga tengah menyelesaikan pembenahan bundaran Kelapa Gading yang sebelumnya mengalami masalah. Pramono memastikan penanganan terhadap titik tersebut sedang berjalan.

“Termasuk di bundaran Kelapa Gading yang paling utama, yang sedang, yang dulu bermasalah, sekarang ini sedang kita selesaikan,” tuturnya.

Pembenahan bundaran menjadi bagian dari penataan infrastruktur yang diharapkan mampu meningkatkan fungsi kawasan dan mendukung kelancaran pergerakan kendaraan.

Namun, efektivitas perbaikan tersebut nantinya juga bergantung pada kondisi jalan di sekitarnya serta pengaturan lalu lintas secara keseluruhan.

Normalisasi Sungai Cakung Lama Untuk Menangani Banjir

Persoalan banjir turut menjadi perhatian dalam rencana pembenahan Kelapa Gading. Pramono mengakui kawasan yang sebelumnya disebut tidak pernah mengalami banjir kini menghadapi persoalan tersebut. Karena itu, Pemprov DKI Jakarta melakukan normalisasi Sungai Cakung Lama hingga ke bagian muara.

“Termasuk menangani urusan banjir di Kelapa Gading yang dulu tidak pernah banjir, sekarang ini Sungai Cakung Lamanya sudah kita lakukan normalisasi sampai dengan muara,” jelasnya.

Normalisasi sungai merupakan salah satu langkah untuk mendukung kelancaran aliran air. Meski demikian, keberhasilan penanganan banjir tidak hanya ditentukan oleh kondisi sungai, tetapi juga memerlukan dukungan sistem drainase yang memadai, pemeliharaan saluran, serta pengelolaan aliran air secara terpadu.

Dengan demikian, pembenahan kawasan Kelapa Gading diharapkan tidak berhenti pada perbaikan fisik semata, tetapi juga mampu meningkatkan ketahanan lingkungan terhadap genangan dan banjir.

Jalan Tembus Pulogadung dan Kelapa Gading Ditargetkan Rampung Pada 2027

Di sisi lain, Pemprov DKI Jakarta menargetkan pembangunan jalan tembus Pulogadung-Kelapa Gading sepanjang 1,8 kilometer rampung paling lambat pada 2027. Jalan yang diberi nama Arteri Kelapa Gading tersebut diharapkan menjadi alternatif akses bagi pengguna kendaraan sekaligus membantu mengurangi kepadatan lalu lintas, terutama di Jalan Perintis Kemerdekaan.

Pembangunan jalan penghubung itu menjadi bagian dari upaya pemerintah memperbaiki konektivitas antarkawasan. Dengan tersedianya akses alternatif, distribusi arus kendaraan diharapkan menjadi lebih merata sehingga beban lalu lintas pada ruas jalan yang selama ini padat dapat berkurang.

Pramono berharap rangkaian pembenahan infrastruktur tersebut dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat, baik melalui peningkatan kualitas jalan, penanganan banjir, maupun perbaikan konektivitas lalu lintas.

“Mudah-mudahan dengan penataan ini Jakarta menjadi semakin baik dan juga kemacetan di Jakarta juga berkurang secara signifikan,” pungkasnya.

Menunggu Dampak Nyata Bagi Warga

Rencana pembenahan Kelapa Gading menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta dalam meningkatkan kualitas infrastruktur dan pelayanan perkotaan.

Namun, keberhasilan program tersebut pada akhirnya akan ditentukan oleh konsistensi pelaksanaan di lapangan, ketepatan waktu penyelesaian pekerjaan, serta efektivitas pemeliharaan setelah proyek rampung.

Warga membutuhkan bukan hanya perbaikan jalan dan penataan kawasan, melainkan juga hasil yang dapat dirasakan secara berkelanjutan, terutama dalam bentuk jalan yang lebih layak, risiko banjir yang terkendali, dan mobilitas yang lebih lancar.

Karena itu, realisasi rencana penataan Kelapa Gading hingga target penyelesaian jalan tembus Pulogadung-Kelapa Gading pada 2027 akan menjadi salah satu hal yang perlu dicermati dalam menilai efektivitas pembenahan infrastruktur di Jakarta Utara.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *