Antara Karawang – Cikole, Persatukan Kami Insan Jurnalis

Berita98 Dilihat

DETIKSR.ID KARAWANG – Jarak puluhan kilometer yang memisahkan Karawang dan kawasan pegunungan Cikole, seolah tak menjadi penghalang bagi kami. Rute yang berkelok, jalan yang kadang mulus kadang bergelombang, serta perjalanan yang memakan waktu cukup lama, kami lalui bersama dalam satu bis penumpang. Di dalamnya, tergambar betapa akrabnya hubungan kami — tak ada kesombongan, tak ada rasa canggung. Segala hal terungkap apa adanya: terdengar suara napas yang berat menahan lelah perjalanan, suara batuk sesekali memecah keheningan saat udara mulai berubah, hingga suara-suara tak disengaja yang kadang membuat seisi bis pecah tertawa terbahak‑bahak. Suara kentut yang lepas tanpa rasa malu itu justru menjadi tanda paling nyata: di sini kami sudah bagaikan saudara sendiri, tak ada yang ditutupi, semuanya terbuka dan tulus.

Sebanyak 120 orang insan pers yang mewakili 15 organisasi dan wadah pers se‑Kota Pangkal Perjuangan berangkat dengan satu niat yang sama: melepaskan sejenak kepenatan, menyejukkan raga sekaligus merapatkan kembali ikatan persaudaraan yang telah terjalin. Sehari‑harinya kami sibuk bergerak ke sana‑kemari, mengejar peristiwa, menyampaikan fakta, dan berpacu dengan waktu demi kebenaran. Namun pada perjalanan ini, tugas kami berubah: sekadar menikmati perjalanan, saling menyapa, dan mengukuhkan persatuan.

Ketika roda kendaraan mulai menanjak kian tinggi menuju kawasan Cikole, udara yang tadinya terasa hangat perlahan berubah menjadi sejuk, lalu makin dingin menusuk kulit. Sesampainya di dataran tinggi yang dikelilingi deretan pepohonan rimbun, perbukitan hijau, serta pemandangan yang terbentang luas, hawa dingin itu seketika meresap ke seluruh raga — seolah menyapu bersih segala rasa lelah, kepanasan, dan beban pikiran yang kami bawa dari dataran rendah. Di ketinggian inilah kami benar‑benar “mendinginkan” tubuh sekaligus menenangkan jiwa.

Jauh dari hiruk‑pikuk kota, jauh dari tuntutan pekerjaan, semua sekat perlahan runtuh. Tidak ada lagi perbedaan nama media, tidak ada lagi perbedaan kedudukan atau pengalaman bertugas. Kami semua sama: duduk berdampingan, saling bertukar kisah perjalanan, berbagi pengalaman yang jarang terucap saat sedang bertugas, tertawa bersama, hingga saling menguatkan satu sama lain. Di tengah alam yang asri dan tenang itu, kami makin sadar: meski arah tugas kami seringkali berbeda, meski tulisan dan laporan kami kadang berjalan di jalur masing‑masing, namun hati, semangat, dan tujuan kami tetap satu kesatuan.

Perjalanan panjang dari Karawang hingga menembus ketinggian Cikole ini menjadi bukti nyata yang tak terbantahkan: jarak sejauh apa pun tak akan pernah sanggup merenggangkan persaudaraan insan pers. Justru perjalanan itu makin mengeratkan ikatan, makin menegaskan bahwa kami bukan sekadar rekan sejawat, melainkan satu keluarga besar yang saling menguatkan.

Pulang dari sana, kami tak sekadar membawa tubuh yang lebih segar karena udara pegunungan, namun juga hati yang makin kokoh terjalin. Antara Karawang dan Cikole, kami membawa pulang pesan paling berharga: persatuan adalah kekuatan terbesar kami, para penyalur kebenaran dari Kota Pangkal Perjuangan — bersatu dalam perbedaan, teguh dalam persaudaraan.

Terimakasih PWI Karawang kado terindah di Hari Pers Tahun 2026. Mari mengabarkan, bukan mengaburkan.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *